Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Bagi Anda yang bekerja di ketinggian, pasti pernah mendengar tentang istilah suspension intolerance, kan? Sebenarnya, bukan hanya sebuah istilah saja, melainkan situasi darurat yang bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat.
Tapi, apa sebenarnya suspension intolerance? Mengapa menjadi fenomena yang membahayakan sampai mengancam nyawa seseorang? Yuk, kita pahami bersama-sama melalui artikel berikut!
Suspension intolerance atau dikenal dengan istilah suspension trauma adalah sebuah kondisi darurat yang terjadi ketika seseorang tergantung di udara menggunakan harness dalam waktu yang lama.
Posisi seseorang yang menggantung tersebut bisa mempersempit pembuluh darah serta menghambat aliran darah kembali ke jantung dan otak. Kondisi seperti ini akan membuat seseorang pingsan, kerusakan organ, hingga mengalami kematian.
Tak heran, jika suspension intolerance sangat membahayakan, terutama bagi pekerja di ketinggian akibat kesalahan dalam penggunaan peralatan pengaman. Jadi, meskipun harness dirancang buat menyelamatkan nyawa, posisi tergantung terlalu lama justru bisa jadi masalah serius.
Lalu, apa sebenarnya penyebab terjadinya suspension intolerance di ketinggian? Pada intinya, suspension trauma ini terjadi ketika pekerja di ketinggian justru tergantung pada harness dalam waktu yang lama dan sulit menggerakkan tubuhnya.
Jadi, penyebab utama suspension intolerance adalah terhambatnya aliran darah dari kaki menuju ke jantung dan otak. Kondisi ini terjadi saat tubuh tergantung membuat gravitasi darah berpindah ke bagian bawah tubuh, terutama ke kaki.
Untuk itu, bisa mengakibatkan tekanan darah menjadi rendah serta pasokan oksigen pada otak dan organ vital lainnya berkurang. Terjadilah suspension trauma yang sangat membahayakan bagi pekerja.
Biasanya, suspension intolerance terjadi dengan ditandai beberapa gejala yang muncul, baik itu gejala ringan maupun berat. Jadi, buat Anda pekerja ketinggian, wajib tahu tanda-tandanya agar dapat mengetahui apakah terjadi suspension trauma atau tidak.
Berikut beberapa gejala yang muncul saat mengalami suspension trauma:
Jadi, ketika Anda mengalami beberapa tanda-tanda tersebut saat tergantung dalam waktu lama di ketinggian, kemungkinan mengalami suspension intolerance. Untuk itu, harus segera dilakukan penanganan yang tepat.
Setelah Anda mengetahui beberapa penyebab dan gejala terjadinya suspension intolerance, saatnya untuk memahami tentang dampak negatifnya, antara lain:
Akibat dari aliran darah menuju otak yang terganggu, sehingga dapat menyebabkan korban kehilangan kesadaran atau pingsan. Kondisi ini terjadi karena korban sudah tidak mempunyai tenaga untuk bergerak dan menyelamatkan diri.
Tidak hanya aliran darah saja yang terganggu, melainkan organ vital pada tubuh juga bisa kekurangan oksigen. Hal ini terjadi karena tubuh tergantung terlalu lama, sehingga bisa menyebabkan kerusakan organ secara permanen.
Bahaya suspension intolerance paling parah adalah henti jantung dan pernapasan. Apabila korban tidak ditangani segera mungkin dengan tepat, maka ia bisa kehilangan nyawanya dalam hitungan menit.
Seperti halnya yang diungkapkan oleh pepatah, “mencegah jauh lebih baik daripada mengobati”. Hal ini juga berlaku pada kondisi suspension intolerance agar mencegah terjadinya risiko atau bahaya akibat situasi darurat tersebut. Berikut beberapa tindakan pencegahannya:
Meskipun APD, terutama harness menjadi perangkat keamanan, jika tidak digunakan dengan baik juga percuma! Jadi, penggunaan harness yang tepat sesuai standar keselamatan, dapat membantu mendistribusikan beban secara merata, sehingga risiko tergantung semakin kecil.
Bekerja di ketinggian tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Memastikan pekerja memiliki kemampuan dan keterampilan khusus untuk bekerja di ketinggian menjadi langkah penting. Jadi, memberikan pelatihan Tenaga Kerja pada Ketinggian (TKPK) menjadi solusi terbaiknya.
Sebelum pekerjaan dimulai, maka tindakan pencegahan paling efektif adalah melakukan inspeksi peralatan kerja secara berkala, seperti harness, lanyard, dan lainnya. Pastikan dalam kondisi yang aman digunakan.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa keterampilan pekerja menjadi hal yang utama saat bekerja di ketinggian. Keterampilan ini bisa didapatkan dengan mengikuti pelatihan Tenaga Kerja pada Ketinggian (TKPK) sesuai standar K3.
Untuk itu, mengikuti pelatihan TKPK di PT Mandiri Maha Daya menjadi solusi paling tepat. Anda akan diberikan teori dan praktiknya secara langsung untuk bekerja di ketinggian sesuai standar K3, terutama dalam menangani situasi darurat, seperti suspension intolerance.
Sebagai lembaga pelatihan K3 resmi yang terdaftar resmi di Kemnaker RI, kami siap membantu Anda untuk meningkatkan kemampuan untuk bekerja di ketinggian sesuai dengan Permenaker No.9/2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pekerjaan di Ketinggian.
Dengan begitu, Anda bisa menerapkan prosedur kerja yang aman dan nyaman, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Bahkan, dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran bahaya kerja di ketinggian.
Bagaimana? Sudah lebih paham tentang suspension intolerance, kan? Anda tidak boleh menyepelekan kondisi ini karena bisa menyebabkan kematian. Untuk itu, memahami prosedur kerja aman di ketinggian menjadi langkah penting yang harus Anda lakukan.
Segera ikuti pelatihan TKPK untuk mendapatkan pengetahuan mendalam terkait prosedur kerja di ketinggian sesuai standar K3. Tunggu apalagi? Yuk, daftarkan diri Anda bersama kami sekarang!
tdi gw di chat ma ibu suruh bust kontrn ttg ak3u dia cmn kasih bbrp kata trus ydh gw buatin gw take srndiri, dan dia minta revisi total aka buat ulang dgn tema yg beda knp ga dijelasin dri awal bgst