Fall Aresster dan Restraint

Fall Arrest vs Restraint: Standar K3 yang Harus Dipahami!

Apakah Anda bekerja di ketinggian, seperti pembersihan kaca gedung? Jika iya, pasti sudah tidak asing dengan istilah fall arrest dan fall restraint system, kan? Tentu, sudah sering mendengar, dong!

Tapi, tahukah Anda perbedaan fall arrest dan restraint system dalam sebuah industri yang melibatkan ketinggian? Bahkan, alat yang digunakan apa saja? 

Yuk, pahami perbedaan antara keduanya dan ketahui mana yang lebih aman sesuai standar K3 di bawah ini!

Pengertian Fall Arrest dan Fall Restraint System

Ingin tahu tentang perbedaan fall arrest dan fall restraint system? Tapi, sebelum itu, sebaiknya Anda pahami dulu terkait pengertian keduanya.

Fall arrest system adalah sebuah sistem yang dirancang khusus untuk menahan atau menghentikan pekerja yang jatuh dari ketinggian. Sistem ini menjadi prosedur keselamatan dengan mekanisme kerja mengunci secara otomatis ketika pekerja jatuh dari ketinggian.

Artinya, sistem tersebut baru akan bekerja jika seseorang sudah jatuh dari ketinggian dengan cara menahan atau menghentikannya agar tidak terbentur di permukaan tanah, sehingga mencegah terjadinya cedera maupun kematian.

Berbeda halnya dengan fall restraint system merupakan alat yang digunakan untuk membatasi pergerakan atau melindungi pekerja dari kemungkinan jatuh.

Jadi, fall restraint system dirancang khusus agar pekerja tidak jatuh dari ketinggian dengan cara membatasi pergerakannya menggunakan safety belt atau full body harness yang dikaitkan pada anchor serta pemasangan pagar pembatas.

Pada intinya, perbedaan fall arrest dan fall restraint system adalah dari sistem atau mekanisme kerjanya. Simpelnya, fall restraint menjadi alat untuk mencegah pekerja agar tidak jatuh sejak awal dengan membatasi pergerakannya. Sementara itu, fall arrest menahan pekerja saat sudah terjatuh agar tidak menyentuh permukaan tanah.

Alat Apa Saja yang Membedakan Fall Arrest dengan Fall Restraint System?

Meskipun menjadi sistem yang sangat penting dalam prosedur keselamatan kerja, alat yang digunakan pada fall arrest dan fall restraint system ternyata berbeda, loh! 

Fall restraint system sebagai sistem untuk melindungi agar pekerja tidak jatuh, maka alat yang digunakan adalah safety belt atau full body harness, anchor point, handrail atau guardrail, dan fixed length lanyard.

Sementara itu, perlengkapan yang digunakan pada fall arrest system adalah full body harness, lanyard atau lifeline sebagai connector, shock absorber, anchor point, serta safety net.

Jika dilihat sekilas, mungkin hampir sama. Tapi, ternyata perbedaan fall arrest dan fall restraint system pada alat atau perlengkapannya adalah terletak pada fixed length lanyard untuk fall restraint, serta fall arrest lebih lengkap karena ada shock absorber dan safety net.

Shock absorber pada fall arrest berfungsi untuk meredam guncangan pada pekerja saat jatuh dari ketinggian, sehingga tidak menyebabkan cedera parah.

Mana yang Lebih Aman untuk Pekerjaan di Ketinggian, Fall Arrest atau Restraint?

Sudah lebih mengetahui tentang perbedaan fall arrest dan fall restraint system? Tapi, masih bingung sistem mana yang aman untuk pekerjaan di ketinggian? Untuk menjawabnya, Anda perlu memahami beberapa faktor berikut:

1. Ukuran Area Kerja di Ketinggian

Faktor pertama yang perlu Anda pertimbangkan adalah terkait ukuran area kerjanya. Dalam hal ini, fall arrest lebih cocok digunakan dengan mobilitas yang lebih padat. Sebab, pekerja akan sering bergerak dan bekerja di area bahaya jatuh.

Namun, jika area kerjanya tidak begitu besar dan mobilitas pekerja tidak terlalu sering, maka fall restraint lebih cocok karena mampu untuk membatasi pergerakan pekerja, sehingga mencegah terjadinya jatuh.

2. Identifikasi Area Bahaya Jatuh

Tidak hanya ukuran area saja, melainkan harus melakukan identifikasi area bahaya jatuh dari ketinggian. Tujuannya untuk membantu menentukan sistem mana yang lebih cocok digunakan pada area kerja.

Jadi, pastikan untuk mengidentifikasi lokasi dan karakteristik potensi bahaya jatuh, mulai dari ketinggiannya, frekuensi, dan potensi jarak jatuhnya.

3. Sesuaikan dengan Anggaran Perusahaan

Hal yang tidak boleh dilewatkan dalam memilih menggunakan sistem penahan jatuh adalah anggaran perusahaan. Pastikan perusahaan mempunyai anggaran yang cukup untuk menerapkan sistem fall protection, baik arrest maupun restraint.

Jadi, kesimpulannya mana yang lebih aman untuk pekerjaan di ketinggian? Apakah fall arrest atau fall restraint system? Jawabannya adalah tergantung pada faktor di atas, seperti ukuran area kerjanya seberapa, potensi bahaya jatuhnya seperti apa, hingga anggaran yang dimiliki perusahaan.

Maka dari itu, sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan agar fall protection-nya berfungsi dengan baik, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Apa Risiko Penggunaan Fall Arrest dan Fall Restraint yang Tidak Sesuai?

Penting banget untuk Anda pahami, jika penggunaan fall arrest dan fall restraint system tidak bisa sembarangan. Sebab, apabila digunakan secara asal-asalan, maka risikonya bisa sangat fatal, seperti kematian pada pekerja.

Lalu, apa saja kemungkinan risiko yang bisa terjadi akibat penggunaan fall arrest dan fall restraint system yang tidak sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)? Berikut penjelasannya:

  • Pekerja akan tetap terjatuh dari ketinggian, meskipun sudah pakai fall arrest dan fall restraint system
  • Pekerja bisa mengalami cedera serius, bahkan kematian
  • Terjadinya swing fall hazard, yakni jatuh dari ketinggian dan terkena benturan keras
  • Kesulitan penyelamatan karena pekerja tergantung lama di udara
  • Kerusakan pada alat, sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan
  • Sanksi hukum karena terjadinya kecelakaan kerja di ketinggian.

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan fall arrest dan fall restraint system yang perlu Anda ketahui sebagai pekerja di ketinggian. Mengapa demikian? Ya, karena kedua sistem ini memiliki peran krusial dalam mencegah kecelakaan kerja dari ketinggian.

Maka dari itu, jika Anda belum memahami terkait penggunaan fall arrest dan fall restraint system dengan benar sesuai standar keselamatan yang berlaku, ikuti pelatihan Tenaga Kerja pada Ketinggian (TKPK) di PT Mandiri Maha Daya.

Pelatihan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam bekerja di ketinggian, terutama penggunaan fall arrest dan fall restraint system yang tepat.

Tunggu apalagi? Yuk, hubungi kami sekarang juga dan wujudkan mimpi Anda bekerja di ketinggian!

Atsna Himmatul Aliyah
Atsna Himmatul Aliyah

I have an interest in the SEO, Content Writer, and Copy Writer

Articles: 128