Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Kecelakaan kerja tidak hanya terjadi pada area kerja, seperti industri maupun perkantoran saja. Tapi, di lingkungan sekitar, bisa juga terjadi kecelakaan, baik akibat lalu lintas hingga kebakaran. Tak heran, bila kita semua wajib memiliki pengetahuan tentang teknik pengangkatan korban kecelakaan yang benar dan aman.
Bukan hanya petugas P3K saja, melainkan semua masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan terkait pertolongan pertama pada korban kecelakaan agar dapat membantu meminimalisir cedera parah hingga kematian.
Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan tentang teknik pengangkatan korban yang benar dan aman. Kamu wajib mengetahuinya, sehingga simak sampai akhir, ya!
Sebelum tahu teknik pengangkatan korban yang benar, kamu wajib memahami bagaimana pentingnya penilaian korban sebelum dipindahkan. Pada dasarnya, penilaian korban merupakan tindakan untuk mendapatkan informasi agar kamu sebagai penolong mengetahui kondisi yang dialami korban.
Tak heran, jika penilaian korban sebelum dipindahkan sangatlah penting. Biasanya, penilaian ini meliputi beberapa informasi, seperti:
Setelah melakukan penilaian korban dan memastikan situasi sekitar aman, kamu bisa segera memeriksa kesadaran korban. Hal ini bertujuan untuk mengetahui langkah apa yang perlu dilakukan selanjutnya.
Apabila kamu sudah melakukan penilaian dengan benar, maka selanjutnya masuk pada teknik pengangkatan korban yang aman. Namun, pastikan sebelum melakukan pemindahan, pastikan korban tidak mengalami cedera tulang belakang, pendarahan sudah ditangani, pernapasan normal, hingga tidak ada bahaya lanjutan.
Berikut ini beberapa metode pemindahan korban yang bisa kamu lakukan:
Apabila hanya ada kamu saja di lokasi terjadinya kecelakaan, maka teknik pengangkatan yang benar meliputi:
Apabila korban tidak sadar, kamu harus memberikan pertolongan dengan memastikan tidak ada bahaya yang menghalangi pernapasannya sebelum melakukan pemindahan.
Kamu bisa memindahkan korban dengan menyeret tubuh secara perlahan dan hati-hati. Namun, pastikan korban tidak mengalami patah tulang dan cedera sejenisnya.
Kamu bisa memberikan pertolongan dengan memapah korban dan memindahkan ke tempat yang lebih aman. Caranya, berdirilah di samping korban, lingkarkan tangan korban pada bahu. Kemudian, sangga korban dengan bahu dan pegang tangan serta pinggang korban.
Kondisi korban yang sudah tidak bisa bergerak, sebaiknya jangan memindahkan atau mengangkat korban, melainkan hubungi bantuan medis. Sebab, bisa jadi korban mengalami cedera patah tulang belakang.
Ketika pada lokasi kecelakaan terdapat dua orang atau lebih, metode pemindahan korban dilakukan melalui:
Apabila korban kehilangan kesadaran dan tidak bisa bergerak, cobalah untuk mengangkat depan dan belakang. Caranya adalah dengan mengangkat bagian bawah lengan dan paha secara bersamaan. Namun, bila korban mengalami patah tulang, sebaiknya segera hubungi tim medis saja.
Saat ada dua penolong, cobalah untuk mengangkat korban dengan kedua tangan yang dibuat seperti kursi. Caranya dengan berlutut atau jongkok dan kedua tangan penolong berpegangan untuk membuat kursi, serta tangan satunya dibuat tempat duduk korban.
Jika di sekitar lokasi ada selimut atau kain, bisa kamu gunakan untuk menolong korban. Kamu hanya perlu membuat tandu dari selimut atau kain tersebut, lalu angkat korban menuju lokasi yang lebih aman.
Berbicara metode pengangkatan korban dalam kondisi darurat, sebenarnya tidak jauh berbeda dari cara di atas. Pasalnya, korban kecelakaan bisa disebut sebagai kondisi darurat yang harus segera mendapatkan pertolongan.
Jadi, untuk teknik pengangkatan korban yang benar saat kondisi darurat meliputi:
Pada intinya, metode pengangkatan korban dalam kondisi darurat, bisa disesuaikan dengan keadaan yang dialami korban. Apakah mereka mengalami patah tulang, kehilangan kesadaran, atau hanya cedera ringan dan syok saja. Semua itu, harus diperhatikan sebelum mulai memindahkan korban.
Memahami teknik pengangkatan korban yang benar menjadi langkah cerdas untuk meminimalisir risiko atau cedera lanjutan yang dialami korban maupun penolong. Pasalnya, jika kamu melakukan pengangkatan dengan teknik yang salah, dapat berdampak buruk pada korban maupun diri sendiri dan lingkungan sekitar. Adapun risikonya meliputi:
Teknik pengangkatan korban yang benar bukan hanya dipahami oleh petugas P3K di area kerja saja. Akan tetapi, kita semua juga harus mengetahui teknik pemindahan korban kecelakaan yang tepat serta dasar-dasar pertolongan pertama pada korban.
Untuk itu, mengikuti pelatihan P3K di PT Mandiri Maha Daya menjadi solusinya. Dengan mengikuti pelatihan ini, kamu bisa memahami dasar-dasar P3K, teknik pemindahan korban, hingga evakuasi tanggap darurat. Baik saat kamu berada di area kerja, maupun di lingkungan sekitar, seperti saat di rumah.
Bersama mentor profesional, kamu bukan hanya belajar secara teori saja, melainkan praktik langsung untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan yang benar. Jadi, langsung saja hubungi kami untuk mulai pelatihannya!