Metode Evakuasi Korban

Teknik Evakuasi Korban yang Sering Salah Diterapkan!

Kecelakaan kerja tidak bisa dihindari, baik dalam proyek kecil maupun besar. Untuk itu, memahami teknik evakuasi korban menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa korban. Tapi, sayangnya, masih banyak kesalahan yang sering terjadi dalam proses evakuasi, mulai dari teknik yang tidak tepat sampai pengabaian prosedur perlindungan korban.

Jadi, memahami teknik evakuasi korban sangat penting, terutama buat kamu yang baru mau memasuki dunia kerja, baik di kantor maupun proyek lapangan. Artikel ini, akan membahas lengkap tentang teknik dan prosedur evakuasi korban yang benar. Yuk, simak sampai akhir!

Metode Evakuasi Korban

Metode evakuasi menjadi bagian penting dalam memberikan pertolongan kepada korban. Hal ini dikarenakan menyangkut nyawa korban, salah langkah, bisa sangat membahayakan. Bisa jadi, nyawa korban melayang dalam hitungan detik.

Berikut ini beberapa metode evakuasi korban yang bisa dilakukan:

1. Teknik Evakuasi Mandiri

Metode ini dilakukan ketika korban masih dalam keadaan sadar, tidak mengalami luka berat, dan mampu bergerak sendiri. Dalam situasi seperti ini, korban hanya membutuhkan panduan arah atau pendampingan ringan dari petugas untuk keluar dari area berbahaya.

2. Metode Evakuasi Gendong

Jika korban tidak bisa berjalan sama sekali, baik karena cedera berat, pingsan, atau kondisi yang tidak memungkinkan untuk berjalan, maka bisa dilakukan dengan metode evakuasi gendong.

3. Evakuasi dengan Tandu

Kalau korban mengalami luka atau cedera yang lebih parah, seperti patah tulang, tidak sadarkan diri, cedera tulang belakang, maka proses evakuasinya bisa menggunakan tandu. Hal ini memungkinkan posisi tubuh korban tetap stabil dan tidak membuat cedera lebih parah.

4. Evakuasi dengan Kursi

Bukan cuma tandu, alat evakuasi lain yang bisa digunakan adalah kursi. Ketika korban sadar, tapi tidak bisa berjalan, maka bisa menggunakan kursi sebagai alat evakuasi. Caranya dengan mendudukkannya pada kursi yang kuat dan stabil, lalu di bawa keluar dari lokasi berbahaya.

5. Metode Memapah

Korban yang mengalami cedera ringan dan masih sadar, bisa dilakukan teknik evakuasi dengan memapah. Caranya adalah berdiri di samping korban, lingkarkan tangan korban di bahu kamu dan sangga tubuh korban dengan bahu. Kemudian, lingkarkan tangan kamu ke belakang korban dan pegang pinggangnya supaya mudah untuk memapah ke luar.

Perbedaan Evakuasi Korban Sadar dan Tidak Sadar

Ketika terjadi kecelakaan kerja, korban tidak semuanya masih sadar, melainkan juga ada yang tidak sadarkan diri. Tentu, ini membuat teknik evakuasinya berbeda dan wajib diperhatikan agar tidak membahayakan nyawa korban.

Perbedaan evakuasi korban sadar dan tidak sadar terletak pada metode pemindahan serta pertimbangan kondisi korban. Korban sadar bisa diberi pertolongan dengan metode memapah atau berjalan, jika memungkinkan. 

Sementara itu, jika korban tidak sadar, harus menggunakan teknik khusus untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan menghindari cedera lanjutan. Biasanya, korban tidak sadar membutuhkan alat evakuasi, seperti tandu darurat.

Prosedur Perlindungan Korban Evakuasi

Ketika terjadi kondisi darurat, tujuan utama yang harus kamu lakukan bukan hanya memindahkan korban ke tempat aman saja. Tapi, juga melindungi kondisi korban agar tidak mengalami cedera yang lebih parah.

Berikut ini prosedur perlindungan korban evakuasi yang bisa kamu lakukan:

1. Memastikan Area Aman Sebelum Menolong

Sebelum mendekati korban, penolong wajib memastikan bahwa lokasi sekitar sudah aman dari bahaya lanjutan, seperti api, bahan kimia, listrik aktif, atau reruntuhan. Jangan sampai niat menolong justru menambah jumlah korban.

2. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)

Penolong harus memakai APD sesuai kondisi darurat, misalnya sarung tangan, masker, helm, atau sepatu safety. Selain untuk melindungi diri sendiri, APD juga mencegah infeksi atau cedera tambahan pada korban saat disentuh atau dipindahkan.

3. Identifikasi dan Berikan Pertolongan Pertama

Segera lakukan identifikasi cedera dan berikan pertolongan pertama sesuai kondisi yang dialami korban. Misalnya, jika korban mengalami pendarahan, maka segera hentikan pendarahannya dengan menggunakan kain bersih atau kasa steril.

4. Pindahkan ke Tempat yang Aman

Setelah melakukan pertolongan pertama pada korban, segera pindahkan ke tempat yang lebih aman. Gunakan metode evakuasi yang tepat sesuai kondisi korban. Kemudian, hubungi bantuan medis agar segera mendapatkan pertolongan lanjutan.

Tanggung Jawab dalam Pelaksanaan Evakuasi Korban di Tempat Kerja

Perlu kamu ketahui, bahwa tanggung jawab evakuasi korban di tempat kerja, bukan cuma tugas petugas P3K atau tim medis saja, melainkan dari semua pihak yang ada.

Jika ingin menciptakan lingkungan kerja yang aman, semua pihak di tempat kerja harus bertanggung jawab dalam evakuasi korban apabila ada kecelakaan, seperti:

1. Manajer 

Bertanggung jawab mengaktifkan sistem tanggap darurat, mengkoordinasi evakuasi, dan memastikan seluruh personel tahu peran masing-masing.

2. Tim Tanggap Darurat

Tim tanggap darurat adalah tim inti yang sudah dilatih secara khusus untuk menghadapi keadaan darurat. Dalam proses evakuasi korban, mereka memiliki tanggung jawab utama, yaitu melakukan penilaian cepat terhadap lokasi kejadian, menentukan metode evakuasi yang aman, sampai dengan memindahkan korban dengan tepat.

3. Petugas P3K

Petugas P3K bertugas memberikan penanganan awal kepada korban sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Saat proses evakuasi berlangsung, mereka perlu memantau kondisi korban dan menyampaikan saran teknis jika evakuasi berisiko menimbulkan cedera lebih parah.

4. Seluruh Pekerja

Meski bukan anggota tim tanggap darurat, setiap pekerja memiliki tanggung jawab untuk tidak panik, mengikuti instruksi evakuasi, tidak menghalangi jalur evakuasi, dan tidak menyebarkan informasi hoaks yang dapat memperkeruh situasi. Dalam beberapa kasus, karyawan juga bisa membantu membawa korban ringan atau menenangkan korban yang syok, selama tidak membahayakan dirinya sendiri.

Penutup

Memahami teknik evakuasi korban menjadi langkah penting dalam lingkungan kerja, baik itu proyek kecil, proyek besar, maupun di kantor sekalipun. Hal ini dikarenakan, jika terjadi kecelakaan kerja, tidak ada korban yang kehilangan nyawa karena sudah diberikan penanganan yang tepat.

Untuk itu, memastikan setiap pekerja punya pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) menjadi hal penting bagi perusahaan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pelatihan P3K kepada semua pekerja.

Dalam hal ini, bekerja sama dengan PT Mandiri Maha Daya menjadi pilihan terbaik. PT Mandiri Maha Daya menjadi salah satu perusahaan penyedia jasa keselamatan dan kesehatan kerja (PJK3) tepercaya, sehingga akan memberikan pelatihan P3K terbaik kepada setiap peserta.

Atsna Himmatul Aliyah
Atsna Himmatul Aliyah

I have an interest in the SEO, Content Writer, and Copy Writer

Articles: 128