Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Setiap teknisi listrik membutuhkan APD yang sesuai untuk melindungi mereka dari kecelakaan kerja dari sengatan arus atau busur api. Menggunakan APD, tidak hanya mematuhi regulasi K3 atau SOP, tetapi juga menjaga produktivitas di lapangan.
Mari simak lebih lanjut terkait APD yang wajib digunakan untuk pekerja teknisi listrik.
Peraturan K3 kelistrikan terdapat pada regulasi Permenaker Nomor 12 tahun 2015 yang berisi sistem manajemen perlindungan pekerja dari bahaya listrik seperti: sengatan listrik, busur api, dan ledakan api.
Tujuan untuk mengimplementasi peraturan ini adalah supaya pekerja dapat mencegah cedera bahkan kematian dan melindungi secara aman supaya dapat bekerja lebih efisien. Adanya upaya yang dilakukan untuk menjaga pekerja mencakup hal berikut:

Tidak hanya peraturan kerja, tetapi APD teknisi listrik juga sangat dibutuhkan untuk keamanan dan kenyamanan Anda.
Fungsi helm safety adalah untuk melindungi kepala teknisi dari benturan benda jatuh, percikan api, dan sengatan listrik berkat bahan non-konduktif seperti fiberglass atau polietilen densitas tinggi. Helm kelas B adalah pilihan optimal untuk teknisi listrik karena tahan terhadap tegangan tinggi, sesuai standar ANSI Z89, dengan pinggiran panjang untuk mencegah busur listrik yang loncat kepada wajah pekerja.
Sarung tangan listrik berbahan karet alami atau nitrile dapat mencegah kontak langsung dengan arus listrik maka dari itu penting untuk pekerja dalam menggunakannya. Berdasarkan standar ASTM D120 dan EN 60903, sarung tangan dapat dibagi menjadi berbagai kelas tegangan. Namun, APD ini wajib diperiksa secara berkala karena dapat bahan dapat terdegradasi secara berkalanya pemakaian.
Arc Flash Suit digunakan untuk melindungi seluruh tubuh dari ledakan busur listrik dengan rating CAT4 hingga 48 cal/cm². Biasanya terbuat dari bahan tahan api tanpa aksesori logam (konduktor listrik). Baju ini mencakup mantel panjang, celana bib, dan kap pelindung yang mudah dibersihkan, dan pastinya tidak mengganggu mobilitas kerja.
Sepatu safety anti listrik atau sepatu ESD memiliki sol non-konduktif yang mengurangi risiko grounding dan sengatan. Sepatu ini juga memenuhi standar ASTM F2413 khususnya untuk electrical hazard (EH) atau static dissipative (SD). Dalam beberapa lingkungan, desainnya mampu tahan benturan.
Pelindung mata dan wajah seperti face shield anti-fog digunakan untuk melindungi dari percikan api, busur listrik hingga 12 cal/cm², dan partikel berbahaya, dengan visor hijau UV-resistant dan chin guard.
Itu dia peraturan dan jenis APD teknisi listrik yang perlu Anda ketahui jika Anda bekerja sebagai teknisi listrik. Pastikan Anda sudah melakukan pengecekan dan maintenance dari setiap APD yang Anda punya karena perlu dihimbau bahwa setiap pemakaian akan mendegradasi fitur bahan.
Jika Anda sedang mencari APD listrik, kunjungi kurniasafety.com untuk mendapatkan APD yang Anda butuhkan!