Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Sebagai salah satu peralatan vital dalam pekerjaan ketinggian, pengoperasian scaffolding wajib sesuai regulasi yang telah ditentukan. Sebab, pekerjaan dengan melibatkan scaffolding di ketinggian memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi. Tak heran, bila Anda tertarik bekerja di ketinggian, wajib mengetahui regulasi dalam pembangunan scaffolding demi mendukung keselamatan kerja. Pemahaman ini bukan sebagai syarat pengoperasian saja, melainkan juga memastikan keselamatan saat bekerja di ketinggian. Ada beberapa standar regulasi dalam pembangunan scaffolding yang perlu Anda pahami. Selengkapnya, Anda bisa baca informasi berikut sampai selesai!
Regulasi scaffolding adalah seperangkat aturan teknis dan administratif yang mengatur perencanaan, pemasangan, penggunaan, inspeksi, hingga pembongkaran perancah kerja. Regulasi ini dibuat untuk memastikan scaffolding memiliki kekuatan struktural yang memadai, stabil, dan aman digunakan oleh pekerja. Tujuan utama regulasi pembangunan scaffolding adalah mencegah kecelakaan kerja seperti jatuh dari ketinggian, runtuhnya perancah, serta cedera akibat material yang tidak terpasang dengan benar.
Berikut beberapa regulasi penting yang menjadi acuan dalam pembangunan dan penggunaan scaffolding, baik secara nasional maupun internasional.
Regulasi ini mengatur aspek teknis seperti kapasitas beban, sistem pengaman jatuh, akses naik-turun, hingga kewajiban inspeksi oleh competent person. OSHA menekankan bahwa scaffolding harus mampu menahan beban minimal empat kali kapasitas beban kerja maksimum.
Standar Eropa yang mengatur persyaratan kinerja dan desain perancah sementara. Fokusnya pada kekuatan struktural, stabilitas, serta perlindungan terhadap jatuhnya pekerja dan material,
Regulasi ini mewajibkan pemberi kerja menyediakan tempat kerja yang aman, termasuk penggunaan perancah yang memenuhi syarat keselamatan dan tidak membahayakan tenaga kerja.
Mewajibkan penggunaan perancah yang kuat, pemasangan pagar pengaman, serta pengawasan teknis selama pekerjaan berlangsung.
Standar Inggris dari British Standards Institution (BSI) yang mengatur tentang panduan scaffolding, mulai dari tinggi minimal, perancangan, hingga pengoperasiannya.
Mengacu pada standar regulasi pembangunan scaffolding dari OSHA 1926.451, berikut persyaratan teknis utama yang wajib dipenuhi:

Memahami regulasi dalam pembangunan scaffolding saja tidak cukup, Anda juga perlu mengetahui prosedur inspeksinya untuk memastikan keselamatan tetap terjaga.
Setiap jenis scaffolding memiliki karakteristik dan batasan penggunaan yang berbeda. Pemahaman ini penting agar inspeksi dilakukan sesuai spesifikasi teknisnya.
Petugas inspeksi wajib menggunakan APD seperti helm keselamatan, safety harness, dan sepatu pelindung untuk meminimalkan risiko saat melakukan pemeriksaan.
Pastikan frame, brace, joint, dan platform tidak mengalami kerusakan, korosi, atau deformasi yang dapat mengurangi kekuatan struktur.
Kunci, pin, dan clamp harus terpasang sempurna dan tidak longgar agar scaffolding tetap stabil selama digunakan. Pastikan semua elemen ini berfungsi dengan baik.
Pastikan scaffolding sudah berdiri di atas permukaan yang datar, secara tegak, kokoh, dan tidak miring untuk menghindari kemungkinan runtuh atau jatuh.
Pastikan jumlah pekerja, material, dan peralatan yang ada di dalam platform tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan untuk mencegah kecelakaan.
Setiap hasil inspeksi harus dicatat sebagai bukti nyata bila terjadi kerusakan atau masalah, bisa diberikan rekomendasi saran atau perbaikan oleh pihak yang berwenang.
Regulasi dalam pembangunan scaffolding menjadi hal utama yang wajib dipatuhi untuk mencegah kecelakaan kerja. Namun, bila perusahaan tidak mematuhi regulasi ini, ada beberapa risiko yang dapat dialami, di antaranya:
Bila Anda tertarik bekerja di ketinggian, memahami regulasi dalam pembangunan scaffolding menjadi dasar utama mematuhi standar keselamatan kerja. Sebab, langkah ini bukan hanya menjaga Anda sendiri dari kecelakaan, tapi juga melindungi rekan kerja dari potensi bahaya yang mengintainya. Namun, pemahaman tersebut saja tidak cukup, Anda juga perlu mengetahui prosedur pengoperasian scaffolding dengan aman. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti pelatihan K3 teknisi scaffolding di PT Mandiri Maha Daya. Bukan hanya belajar teori saja, tapi juga praktik kerja langsung bersama mentor profesional, sehingga memudahkan pemahaman Anda tentang prosedur kerja scaffolding.