Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Bekerja di kapal memiliki lingkungan kerja yang berbeda dibandingkan pekerjaan di darat. Kru dapat menghadapi area licin, mesin yang sedang beroperasi, pekerjaan di ketinggian, ruang terbatas, hingga kondisi cuaca yang berubah selama pelayaran.
Karena itu, keselamatan kerja di kapal tidak hanya bergantung pada alat keselamatan yang tersedia. Setiap pelaut perlu memastikan dirinya, peralatan, dan area kerja sudah berada dalam kondisi aman sebelum memulai tugas.
Pengecekan sederhana sebelum bekerja dapat membantu kru mengenali potensi bahaya lebih awal dan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Berikut checklist yang perlu diperhatikan pelaut sebelum memulai pekerjaan di atas kapal.
Safety checklist membantu kru memastikan bahwa pekerjaan telah dipersiapkan dengan benar sebelum aktivitas dimulai.
Di atas kapal, kondisi kerja dapat berubah dengan cepat. Peralatan yang sebelumnya aman digunakan bisa mengalami kerusakan, area kerja dapat menjadi licin, atau terdapat aktivitas lain yang menimbulkan risiko tambahan.
Dengan melakukan pengecekan sebelum bekerja, kru dapat mengetahui apakah pekerjaan dapat dilakukan dengan aman atau membutuhkan tindakan tambahan.
Banyak potensi kecelakaan dapat diketahui sebelum pekerjaan dimulai.
Contohnya seperti kabel yang berada di jalur berjalan, permukaan lantai yang licin, alat kerja yang rusak, atau penggunaan PPE yang tidak sesuai.
Safety checklist membantu kru menemukan kondisi tersebut lebih awal sebelum berkembang menjadi kecelakaan.
Setiap pekerjaan memiliki risiko yang berbeda.
Membersihkan deck tentu memiliki risiko berbeda dengan melakukan hot work, masuk ke enclosed space, atau bekerja di ketinggian.
Karena itu, kru perlu memahami:
Persiapan ini merupakan bagian penting dari keselamatan kerja di kapal.
Personal Protective Equipment atau PPE merupakan perlindungan dasar bagi kru selama bekerja.
Sebelum memulai pekerjaan, pastikan PPE yang digunakan dalam kondisi baik dan sesuai dengan aktivitas yang akan dilakukan.
Beberapa PPE yang umum digunakan antara lain:
Kru juga perlu memeriksa kondisi PPE sebelum digunakan.
Safety helmet yang retak, sarung tangan yang rusak, atau safety goggles yang sudah tidak memberikan perlindungan dengan baik sebaiknya tidak digunakan.
Beberapa pekerjaan membutuhkan perlindungan tambahan.
Misalnya:
Pemilihan PPE harus menyesuaikan bahaya yang terdapat pada pekerjaan tersebut.
Sebelum pekerjaan tertentu dilakukan, kru biasanya melakukan toolbox meeting atau safety briefing.
Pertemuan singkat ini digunakan untuk memastikan seluruh anggota tim memahami pekerjaan dan risiko yang akan dihadapi.
Dalam toolbox meeting, kru perlu mengetahui:
Jika terdapat bagian pekerjaan yang belum dipahami, kru sebaiknya meminta penjelasan sebelum pekerjaan dimulai.
Toolbox meeting juga membantu memastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap setiap aktivitas.
Pembagian tugas yang jelas dapat mengurangi kesalahan komunikasi dan mencegah dua orang melakukan tindakan yang saling bertentangan.
Untuk pekerjaan tertentu, kru juga dapat membutuhkan standby person atau pengawas yang memantau kondisi pekerjaan.
Sebelum bekerja, kru perlu melihat kondisi sekitar dan mengenali kemungkinan bahaya.
Proses ini dapat dilakukan melalui risk assessment atau prosedur identifikasi risiko yang diterapkan di kapal.
Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
Kondisi laut dan cuaca juga perlu diperhatikan karena pergerakan kapal dapat memengaruhi keamanan pekerjaan.
Pada beberapa jenis pekerjaan, kru dapat menggunakan Job Safety Analysis atau JSA.
JSA membantu memecah pekerjaan menjadi beberapa tahapan sehingga bahaya pada setiap tahap dapat diidentifikasi.
Dari hasil tersebut, kru dapat menentukan langkah pengendalian yang diperlukan sebelum pekerjaan dilakukan.
Peralatan yang digunakan harus dalam kondisi layak sebelum pekerjaan dimulai.
Jangan langsung menggunakan alat hanya karena alat tersebut tersedia di area kerja.
Lakukan pemeriksaan visual terhadap alat yang akan digunakan.
Perhatikan apakah terdapat:
Jika ditemukan kerusakan, hentikan penggunaan alat dan laporkan sesuai prosedur kapal.
Housekeeping memiliki peran besar dalam keselamatan.
Material, kabel, selang, atau alat yang diletakkan sembarangan dapat menjadi penyebab kru tersandung atau terjatuh.
Sebelum bekerja, pastikan jalur berjalan dan akses menuju area kerja tetap aman.
Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan hanya berdasarkan instruksi kerja biasa.
Beberapa aktivitas berisiko tinggi membutuhkan permit to work sebelum dimulai.
Permit to work digunakan untuk memastikan bahwa risiko pekerjaan telah diperiksa dan tindakan pengamanan yang diperlukan sudah dilakukan.
Jenis pekerjaan dapat berbeda tergantung prosedur masing-masing kapal, tetapi beberapa aktivitas yang sering membutuhkan kontrol khusus antara lain:
Kru tidak boleh mengabaikan prosedur izin kerja hanya karena pekerjaan dianggap sederhana atau dapat diselesaikan dengan cepat.
Kru juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat selama bekerja.
Sebelum memulai aktivitas, perhatikan lokasi jalur evakuasi dan peralatan keselamatan yang berada di sekitar area kerja.
Kru sebaiknya mengetahui jalur keluar dari area kerja menuju tempat yang lebih aman.
Hal ini menjadi semakin penting ketika bekerja di area dengan akses terbatas atau jauh dari deck terbuka.
Pastikan jalur evakuasi tidak tertutup oleh peralatan atau material kerja.
Perhatikan keberadaan peralatan darurat seperti:
Jenis peralatan yang perlu disiapkan akan menyesuaikan pekerjaan dan lokasi kerja.
Komunikasi merupakan bagian penting dari keselamatan kerja di kapal, terutama ketika suatu pekerjaan melibatkan beberapa kru atau dilakukan di lokasi berbeda.
Instruksi yang tidak jelas dapat menyebabkan tindakan yang salah.
Jika pekerjaan membutuhkan radio atau alat komunikasi lain, lakukan pengecekan sebelum pekerjaan dimulai.
Pastikan seluruh kru mengetahui channel atau metode komunikasi yang digunakan.
Instruksi penting sebaiknya dikonfirmasi kembali untuk mengurangi risiko salah komunikasi.
Hal ini terutama penting untuk aktivitas seperti:
Jangan mengambil asumsi ketika instruksi berkaitan dengan keselamatan.
Safety checklist bukan sekadar formalitas yang harus diselesaikan sebelum bekerja.
Jika saat pengecekan ditemukan kondisi yang berbahaya, pekerjaan sebaiknya tidak dilanjutkan sampai risiko tersebut telah dikendalikan sesuai prosedur.
Jangan memaksakan pekerjaan hanya karena ingin menyelesaikannya lebih cepat.
Contohnya, apabila alat mengalami kerusakan, perlengkapan keselamatan tidak tersedia, kondisi cuaca tidak mendukung, atau terdapat risiko baru yang sebelumnya belum diperhitungkan, kru harus mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku.
Pekerjaan dapat dilanjutkan setelah kondisi dinyatakan aman.
Unsafe condition perlu dilaporkan kepada personel yang bertanggung jawab, seperti supervisor, officer, atau pihak terkait sesuai sistem keselamatan di kapal.
Pelaporan membantu memastikan masalah dapat segera ditangani dan mencegah kru lain menghadapi risiko yang sama.
Keselamatan kerja di kapal bukan hanya tentang bagaimana kru bertindak ketika terjadi keadaan darurat. Keselamatan dimulai sejak sebelum pekerjaan dilakukan.
Memastikan PPE sesuai, mengikuti toolbox meeting, melakukan risk assessment, mengecek alat, memastikan permit to work, mengetahui jalur evakuasi, dan menjaga komunikasi adalah langkah sederhana yang dapat membantu kru bekerja dengan lebih aman.
Bagi pelaut yang sedang mencari kesempatan kerja berikutnya, persiapan kompetensi dan pemahaman terhadap prosedur keselamatan juga menjadi bagian penting dalam membangun karier profesional di industri maritim.
Temukan berbagai lowongan kerja pelaut sesuai posisi dan pengalaman melalui Profesea.