Harness Full Body

Syarat Harness Full Body UIAA untuk Kerja di Ketinggian

Ketika Anda bekerja di ketinggian, jangan sampai menyepelekan alat pelindung diri (APD) terutama full body harness. Alat ini berfungsi melindungi Anda dari bahaya jatuh yang bisa terjadi kapan saja. Pemakaian dan pemilihannya pun tidak bisa dilakukan sembarangan, salah satunya bisa sesuai standar International Climbing and Mountaineering Federation (UIAA). Agar risiko kecelakaan bisa dicegah, Anda bisa mengikuti syarat harness full body UIAA untuk kerja di ketinggian. Lalu, bagaimana syarat dan cara memilih harness full body yang benar? Yuk, cari informasi selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Harness Full Body Bersertifikasi UIAA?

Harness full body bersertifikasi UIAA adalah alat pelindung jatuh (fall protection equipment) yang telah memenuhi persyaratan keselamatan yang ditetapkan oleh UIAA (International Climbing and Mountaineering Federation). Standar ini mengatur desain, konstruksi, kekuatan material, hingga metode pengujian harness untuk memastikan mampu menahan beban dan gaya yang terjadi saat terjadi jatuh dari ketinggian. 

Berdasarkan dokumen UIAA Safety Standard 105 – Harnesses Version 4.0 Tahun 2018, harness harus melalui berbagai pengujian ketat, termasuk kekuatan titik pengikatan, daya tahan jahitan, kekuatan webbing, serta kemampuan menahan gaya kejut saat terjadi fall arrest. Tujuannya untuk memastikan bahwa harness tetap mampu melindungi pengguna meskipun menerima beban ekstrem dalam kondisi kerja atau aktivitas vertikal. 

Mengapa Harness Penting untuk Ketinggian 10 Meter?

Bekerja pada ketinggian 10 meter memiliki risiko yang sangat tinggi. Pada ketinggian tersebut, seseorang yang terjatuh dapat mengalami cedera berat seperti patah tulang, trauma kepala, cedera tulang belakang, hingga kematian. Semakin tinggi titik jatuh, semakin besar energi yang dihasilkan saat tubuh menghantam permukaan di bawahnya. Harness full body berfungsi mendistribusikan gaya benturan ke beberapa bagian tubuh yang lebih kuat seperti paha, bahu, pinggul, dan dada. Dengan demikian, risiko cedera pada satu titik tubuh dapat dikurangi secara signifikan.

Selain itu, harness juga memungkinkan pekerja terhubung dengan sistem penahan jatuh seperti lanyard, lifeline, dan anchor point. Ketika terjadi insiden jatuh, sistem tersebut akan menghentikan laju jatuh sebelum pekerja mencapai permukaan bawah sehingga peluang selamat menjadi jauh lebih besar.

Komponen Utama Full Body Harness

1. Dorsal D-Ring

Terletak di bagian punggung Anda, Dorsal D-Ring berbentuk “D” ini berfungsi sebagai titik pengait yang menghubungkan antara harness dan lifeline. Posisi di punggung membantu menjaga tubuh tetap tegak ketika terjadi jatuh.

2. Shoulder Yoke (Tali Bahu)

Shoulder yoke adalah tali yang melingkari kedua bahu pekerja menyerupai tali bahu pada tas ransel. Fungsinya untuk mendistribusikan beban secara merata ke bagian atas tubuh sekaligus menjaga posisi harness tetap stabil selama digunakan.

3. Gesper Pengunci

Gesper pengunci digunakan untuk mengencangkan dan mengamankan harness pada tubuh pengguna. Berbentuk klip atau gesper yang bisa digerakkan dengan satu tangan, sehingga membantu mencegah harness terlepas atau berubah posisi saat bekerja maupun ketika terjadi jatuh.

4. Hip D-Ring

Hip D-Ring biasanya terletak di sisi kanan dan kiri pinggul. Komponen ini digunakan untuk positioning work, yaitu membantu pekerja menjaga posisi saat bekerja dengan kedua tangan bebas bergerak.

5. Tali Pinggang

Tali pinggang memberikan dukungan tambahan pada area pinggang dan membantu meningkatkan stabilitas tubuh saat melakukan pekerjaan pada struktur vertikal atau area sempit.

6. Tali Paha

Tali paha berfungsi menopang sebagian besar berat tubuh ketika terjadi fall arrest. Komponen ini harus dipasang dengan pas agar mampu mendistribusikan beban secara optimal tanpa menyebabkan cedera tambahan.

7. Sub-Pelvic Strap

Sub-pelvic strap sebagai tali pengikat tambahan berada dengan mengelilingi pinggul dan berfungsi untuk mencegah adanya harness terangkat saat terjadi tekanan atau jatuh.

8. Webbing

Webbing merupakan tali pita sebagai tulang punggung harness yang terbuat dari bahan nilon atau polyester. Fungsinya untuk menghubungkan semua komponen dan membuat distribusi beban secara merata.

9. Lanyard

Lanyard adalah tali penghubung antara harness dengan anchor point atau lifeline yang panjangnya 1.2 meter serta dipasang sejajar dengan dada. Komponen ini sering dilengkapi shock absorber untuk mengurangi gaya kejut yang diterima tubuh saat terjadi jatuh.

10. Bantalan Pinggang

Bantalan pinggang memberikan kenyamanan tambahan, terutama bagi pekerja yang harus menggunakan harness dalam waktu lama. Bantalan ini membantu mengurangi tekanan pada area pinggang dan punggung.

11. Adjuster Buckles

Adjuster buckles digunakan untuk mengatur ukuran harness agar sesuai dengan bentuk tubuh pengguna. Penyesuaian yang tepat sangat penting untuk memastikan efektivitas perlindungan saat terjadi insiden.

12. Label Informasi

Label informasi berisi data penting seperti nomor seri, standar sertifikasi, kapasitas beban, tanggal produksi, dan petunjuk inspeksi. Informasi ini membantu memastikan harness masih layak digunakan.

Cara Memilih Harness Full Body yang Tepat 

1. Sesuaikan dengan Jenis Pekerjaan yang Dilakukan

Setiap pekerjaan memiliki risiko berbeda. Pekerjaan konstruksi, pekerjaan pada menara telekomunikasi, rope access, maupun maintenance gedung membutuhkan konfigurasi harness yang berbeda. Pilih harness sesuai kebutuhan aktivitas kerja Anda.

2. Pastikan Sudah Sesuai Standar yang Berlaku

Pastikan harness telah memenuhi standar keselamatan yang diakui seperti UIAA, EN, ANSI, atau standar nasional yang berlaku. Sertifikasi menunjukkan bahwa produk telah melalui pengujian keselamatan yang ketat. Syarat harness full body UIAA untuk kerja di ketinggian bisa menjadi salah satu pilihan.

3. Pilih yang Memiliki Kualitas Material Bagus & Fitur Lengkap

Material berkualitas tinggi memiliki daya tahan lebih baik terhadap gesekan, sinar UV, kelembapan, maupun bahan kimia tertentu. Fitur tambahan seperti padding, multiple D-ring, dan shock absorber juga dapat meningkatkan keselamatan serta kenyamanan.

4. Sesuaikan Ukuran & Kapasitas Berat Badan Pekerja

Harness yang terlalu longgar atau terlalu sempit dapat mengurangi efektivitas perlindungan. Pastikan ukuran harness sesuai dengan postur tubuh pengguna dan kapasitas beban yang direkomendasikan oleh produsen.

5. Pilih yang Memberikan Kenyamanan Saat Dipakai

Pekerja yang menggunakan harness selama berjam-jam membutuhkan produk yang nyaman. Harness yang ergonomis dapat mengurangi kelelahan, meningkatkan mobilitas, dan membantu pekerja tetap produktif.

Harness Full Body

Inspeksi dan Perawatan Harness Full Body

1. Lakukan Pemeriksaan Sebelum Digunakan

Periksa seluruh bagian harness sebelum digunakan, termasuk webbing, jahitan, D-ring, buckle, dan lanyard. Pastikan tidak ada kerusakan yang dapat mengurangi kekuatan alat.

2. Periksa Tanda-Tanda Keausan

Cari adanya sobekan, serabut terurai, perubahan warna, deformasi logam, atau korosi. Komponen yang menunjukkan kerusakan harus segera diganti.

3. Bersihkan Sesuai Petunjuk Pabrikan

Gunakan air bersih dan sabun ringan saat membersihkan harness. Hindari penggunaan bahan kimia keras yang dapat merusak serat webbing.

4. Simpan di Tempat yang Tepat

Simpan harness di area yang kering, bersih, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Penyimpanan yang baik membantu memperpanjang usia pakai peralatan.

Penutup

Memahami syarat harness full body UIAA untuk kerja di ketinggian menjadi salah satu langkah yang tepat agar Anda bisa meminimalisir kecelakaan. Pemahaman ini membantu Anda memilih dan memakai full body harness yang tepat sesuai kebutuhan dan jenis pekerjaan. Namun, jika Anda masih merasa bingung dan kurang yakin dalam memilih harness, bisa bertanya langsung kepada ahlinya dengan mengikuti pelatihan tenaga kerja bangunana tinggi (TKBT) di PT Mandiri Maha Daya. Pelatihan ini membantu Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih mendalam untuk bekerja di ketinggian, termasuk prosedur kerja aman serta pemakaian APD yang tepat.

Tidak hanya teori saja, Anda akan didampingi langsung oleh instruktur profesional dalam bekerja di ketinggian, terutama memakai harness full body yang benar sesuai standar. Jadi, pekerjaan Anda bisa lebih terjamin keamanannya dan terhindar dari risiko jatuh dari ketinggian. Yuk, langsung saja hubungi tim kami sekarang untuk mengikuti pelatihannya! Dapatkan banyak promo dari PT Mandiri Maha Daya.

Admin MMD
Admin MMD
Articles: 861