Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Bekerja dengan tekanan tinggi, stress, hingga paparan zat beracun bisa menyebabkan gangguan kesehatan terutama jantung. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa bekerja lebih dari 55 jam per minggu bisa meningkatkan risiko kematian, di antaranya 17% disebabkan oleh penyakit jantung. Tak heran, jika gangguan kesehatan henti jantung saat bekerja perlu ditangani dengan cepat, salah satunya melalui teknik CPR (Cardiopulmonary Resuscitation). Teknik ini bisa menjadi pertolongan pertama pada kecelakaan kerja (P3K) yang cukup efektif, sehingga bisa menyelamatkan nyawa korban. Lalu, bagaimana langkah CPR dewasa rasio 30:2 ketika henti jantung yang tepat? Berikut penjelasannya!
Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) adalah tindakan pertolongan pertama yang dilakukan ketika seseorang mengalami henti jantung agar kemampuan bernapas kembali normal. Teknik CPR dilakukan ketika jantung berhenti memompa darah secara efektif sehingga suplai oksigen ke otak dan organ vital terhenti. Jika tidak segera ditangani, kerusakan otak permanen dapat terjadi hanya dalam waktu beberapa menit. Dengan melakukan CPR, aliran darah dan oksigen bisa tetap mengalir ke otak maupun organ vital lainnya. Alhasil, korban bisa kembali bernapas dan nyawa terselamatkan.
Biasanya, teknik CPR dilakukan dengan rasio 30:2 yang berarti petugas atau penolong memberikan 30 kali kompresi dada dan dilanjutkan dengan 2 kali nafas buatan. Angka 30 kompresi bertujuan mempertahankan aliran darah menuju otak dan organ vital. Sementara itu, 2 napas buatan membantu memasukkan oksigen ke paru-paru korban. Kombinasi keduanya menjadi standar CPR dewasa karena dinilai efektif menjaga sirkulasi dan oksigenasi tubuh. Kompresi dada harus dilakukan dengan kedalaman sekitar 5–6 cm dan kecepatan 100–120 kali per menit. Penolong juga harus memastikan dada korban kembali mengembang sempurna setelah setiap tekanan agar aliran darah lebih optimal.
Cobalah memanggil korban dengan suara keras sambil menepuk bahu secara perlahan. Jika korban tidak memberikan respons, segera minta bantuan orang sekitar untuk menghubungi layanan darurat, jangan langsung melakukan CPR karena berbahaya. Namun, jika korban masih respons dan Anda bisa melakukan CPR, pastikan area sekitar sudah aman untuk memberikan pertolongan.
Langkah awal, Anda perlu memeriksa apakah korban masih bernapas normal atau tidak melalui cara:
Jika korban tidak bernapas normal dan tidak ada denyut nadi, CPR harus segera dimulai.
Posisikan korban telentang di permukaan datar dan keras. Letakkan tumit telapak tangan di tengah dada korban, tepatnya di bagian bawah tulang dada. Tangan satunya diletakkan di atas tangan pertama dengan jari saling mengunci. Tekan dada sedalam 5–6 cm dengan ritme 100–120 kali per menit. Pastikan tekanan dilakukan menggunakan kekuatan tubuh, bukan hanya lengan, agar kompresi lebih efektif dan tidak cepat lelah. Biarkan dada kembali ke posisi semula setelah setiap tekanan. Hindari berhenti terlalu lama saat melakukan kompresi karena dapat mengurangi aliran darah ke organ vital. Lakukan sebanyak 30 kali kompresi.
Setelah 30 kompresi selesai, buka jalan napas korban menggunakan teknik head tilt-chin lift. Caranya dengan mendongakkan kepala korban perlahan sambil mengangkat dagu. Teknik ini membantu membuka saluran napas yang mungkin tertutup oleh lidah saat korban tidak sadar. Pastikan tidak ada benda asing yang menghalangi mulut atau tenggorokan korban.
Setelah jalan napas terbuka, tutup hidung korban lalu berikan 2 kali napas buatan melalui mulut. Setiap nafas diberikan sekitar 1 detik hingga dada korban terlihat mengembang. Jika dada tidak mengembang, periksa kembali posisi kepala dan pastikan jalan napas benar-benar terbuka. Napas buatan yang terlalu kuat atau terlalu cepat justru dapat menyebabkan udara masuk ke lambung dan meningkatkan risiko muntah. Setelah 2 napas diberikan, segera lanjutkan kembali 30 kompresi dada. Siklus 30:2 dilakukan terus menerus sampai bantuan medis datang atau korban menunjukkan tanda kehidupan.

Salah satu kesalahan saat melakukan CPR dewasa rasio 30:2 ketika henti jantung adalah kompresi yang kurang kuat. Kompresi yang terlalu lemah tidak mampu menghasilkan aliran darah yang cukup sehingga efektivitas CPR menurun. Kemudian, ritme kompresi terlalu lambat atau terlalu cepat juga menjadi sebuah permasalahan saat melakukan CPR. Sebab, jeda terlalu lama bisa mengurangi suplai darah pada otak. Bukan hanya itu, posisi tangan yang salah juga dapat menyebabkan cedera tulang rusuk atau membuat tekanan tidak efektif. Selain itu, nafas buatan yang berlebihan dapat menyebabkan lambung mengembang dan meningkatkan risiko aspirasi.
Langkah CPR dewasa rasio 30:2 ketika henti jantung di atas bisa Anda lakukan pada rekan kerja jika memang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Sebab, CPR tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, melainkan hanya petugas medis dan pekerja terampil di bidang P3K saja. Jadi, pelatihan CPR atau P3K sangat penting agar Anda memiliki pengetahuan untuk melakukan CPR dengan benar. Anda bisa mengikuti pelatihan P3K di PT Mandiri Maha Daya yang mana materinya bukan hanya penanganan cedera secara umum saja, tetapi juga teknik CPR yang benar sesuai prosedur.
Dengan kata lain, pelatihan P3K sangat penting bagi petugas P3K perusahaan. Selain petugas P3K, juga perlu memahami teknik CPR agar bisa menolong nyawa rekan kerja saat henti jantung sebelum bantuan medis datang. Artinya, setiap pekerja wajib memiliki keterampilan untuk melakukan teknik CPR dewasa rasio 30:2 ketika henti jantung demi menyelamatkan nyawa rekan kerja atau orang lain.
Jika Anda petugas P3K dan diberi tugas untuk menyelamatkan rekan kerja saat mengalami gangguan kesehatan, pemahaman teknik CPR menjadi hal utama yang perlu dimiliki. Jadi, segera tambah pengetahuan Anda dengan mengikuti pelatihan P3K di PT Mandiri Maha Daya. Dengan instruktur profesional, Anda akan dibekali teori tentang teknik CPR, prosedur evakuasi korban, hingga praktik langsung di lapangan. Kemampuan ini membuat Anda bisa mewujudkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan. Oleh karena itu, selamatkanlah satu nyawa rekan kerja Anda dengan berlatih untuk mendapatkan wawasan P3K bersama PT Mandiri Maha Daya! Cegah kematian saat bekerja dengan kemampuan P3K Anda.