Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Bekerja pada ketinggian, terutama industri konstruksi membutuhkan peralatan yang mempunyai peran untuk menjadi struktur penyangga saat bekerja. Peralatan ini disebut dengan scaffolding atau perancah yang berfungsi sebagai penyangga sementara bagi pekerja maupun untuk meletakkan material saat berada di ketinggian.
Jadi, buat Anda yang mempunyai keinginan bekerja di industri konstruksi, maka memahami tentang scaffolding sangat penting. Mulai dari jenis scaffolding, tips memilih, hingga batas aman penggunaannya saat ketinggian. Sebab, ini menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung keselamatan kerja saat di ketinggian. Maka dari itu, simak pembahasan artikel di bawah ini, ya!

Scaffolding adalah platform yang berfungsi sebagai struktur penyangga sementara untuk menahan atau menyangga pekerja maupun material saat bekerja di ketinggian. Mulai dari pembangunan, perawatan, perbaikan, hingga pemeliharaan bangunan bertingkat.
Namun, mengoperasikan platform tersebut tidak bisa sembarangan. Sebab, harus menyesuaikan kebutuhan dengan jenis scaffolding yang ada. Nah, berikut beberapa jenis perancah yang perlu Anda ketahui:
Jenis pertama, ada scaffolding andang atau perancah bambu yang biasanya digunakan untuk pekerjaan dengan ketinggian 2,5 sampai 3 meter saja. Pekerjaan yang menggunakan jenis perancah andang hanya membutuhkan material dengan beban ringan, bukan material berat.
Berbeda dengan scaffolding andang, jenis perancah frame ini diklaim serbaguna dan cocok digunakan pada pekerjaan dengan ketinggian lebih dari 3 meter. Adapun tiang-tiang untuk menyusun perancah frame ini bisa mencapai ketinggian lebih dari 20 meter. Bahkan, pemasangan dan pembongkarannya juga lebih mudah, serta harganya masih sangat terjangkau.
Selanjutnya, ada jenis tube and coupler scaffold yang disusun menggunakan tabung baja yang saling terhubung dengan klem serta coupler. Jenis perancah ini diklaim kuat, tahan lama, serta mampu digunakan untuk berbagai kondisi cuaca. Bahkan, alat ini juga bisa dirakit dengan berbagai bentuk sesuai kebutuhan proyek, loh!
Sangat fleksibel, jenis mobile scaffolding dapat digerakkan dengan mudah ke kiri atau ke kanan. Berbeda halnya dengan jenis lainnya yang hanya bisa naik turun saja. Hal ini dikarenakan, mobile scaffolding memiliki roda di setiap sudut sisinya dan ukurannya relatif kecil. Jadi, jenis ini cocok digunakan untuk area yang tidak terlalu tinggi, seperti pengecatan ruangan.
Perlu Anda ketahui, bahwa jenis perancah tidak hanya terbuat dari besi saja, melainkan bisa juga dari kayu atau bambu. Perancah berbahan dasar kayu, cocok digunakan untuk industri konstruksi yang tidak terlalu besar dan hanya sekali pakai saja, sehingga kurang efisien.
Jika mobile scaffolding mempunyai roda, maka ada jenis perancah besi tanpa roda. Jenis ini mempunyai beberapa komponen, yakni kaki pipa, kusen, penguat vertikal, serta tiang sandaran.
Berikutnya, ada perancah menggantung yang mana pengoperasiannya terbatas untuk pemasangan plat beton hingga langit-langit bangunan saja. Dengan kata lain, jenis perancah ini hanya untuk pekerjaan bagian atas saja karena cara kerjanya digantung menggunakan tali sling pada tumpuan yang sudah ditentukan.
Jenis scaffolding selanjutnya cocok digunakan untuk pekerjaan dengan ketinggian yang cukup tinggi, yakni sekitar 3 sampai 10 meter. Jenisnya bernama perancah tiang yang didesain kuat untuk menyangga pekerjaan di ketinggian.
Seperti namanya, scaffolding dolken ini terbuat dari dolken atau kayu bulat. Adapun bahan kayu bulat yang digunakan adalah dengan diameter antara 6 sampai 10 milimeter. Biasanya, perancah dolken ini sering digunakan untuk menyelesaikan konstruksi rumah.
Jenis scaffolding terakhir adalah birdcage yang cocok digunakan untuk pekerjaan dengan area yang luas. Birdcage scaffolding ini mempunyai kerangka besar yang dibangun di area kerja, sehingga pengoperasiannya untuk proyek besar, seperti gedung pencakar langit.
Bagi Anda yang tertarik bekerja di industri konstruksi, mengetahui jenis-jenis scaffolding saja tidak cukup. Sebab, Anda harus mengetahui tips memilih scaffolding yang tepat agar proyek konstruksi berjalan dengan optimal. Berikut tips yang bisa dilakukan:
Pastikan Anda memilih scaffolding sesuai dengan kebutuhan jenis pekerjaannya. Misalnya, proyek gedung tinggi, maka scaffolding gantung bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, apabila jenis pekerjaannya hanya sebatas renovasi rumah, Anda bisa memilih scaffolding trestle.
Selain menyesuaikan jenis pekerjaan dengan scaffolding, mengetahui dan memperhatikan ketinggian proyek juga menjadi aspek yang sangat penting. Jika proyek yang dijalankan dengan ketinggian lebih dari 3 meter, maka perancah tiang jadi solusinya.
Tips memilih scaffolding yang harus Anda lakukan adalah memeriksa kualitas materialnya. Pastikan scaffolding mempunyai daya tahan yang kuat dan kokoh untuk bekerja di ketinggian. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa scaffolding tersebut sudah memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Berbicara mengenai batas aman scaffolding berarti merujuk pada standar keselamatan scaffolding. Standar keselamatan ini harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat, baik itu pekerja, perusahaan, maupun mitra kerja sekalipun.
Dalam hal ini, batas aman scaffolding berbeda-beda tergantung pada bahan material yang digunakan (kayu atau besi) serta jenis perancahnya. Misalnya, scaffolding andang bisa digunakan untuk ketinggian pekerjaan antara 2,5 sampai 3 meter. Jadi, di atas 3 meter, tidak disarankan menggunakan scaffolding andong. Akan tetapi, bisa menggunakan perancah tiang dengan penggunaan ketinggian 3 sampai 10 meter.
Kemudian, untuk beban yang bisa ditanggung oleh scaffolding dibagi menjadi tiga, yakni beban ringan (225 kg/bay), beban sedang (450 kg/bay), dan beban berat (675 kg/bay). Bay merupakan bidang datar yang dibatasi empat buah pipa tegak lurus untuk meneruskan beban yang ditanggung menuju pada tumpuan scaffolding.
Demikianlah pembahasan mengenai jenis scaffolding beserta tips memilih dan batas aman yang digunakan. Jadi, apakah Anda sudah mengetahui dan memahaminya? Terlebih, jika Anda tertarik untuk bekerja di sektor konstruksi, maka harus memahami dasar-dasar scaffolding.
Pasalnya, scaffolding menjadi alat yang mempunyai peran penting untuk mendukung pekerjaan di ketinggian serta keselamatan pekerja. Maka dari itu, sebaiknya Anda pahami terlebih dahulu dasar-dasar scaffolding dengan cara mengikuti pelatihan scaffolding di PT Mandiri Maha Daya.
Mengapa demikian? Sebab, pelatihan scaffolding akan membantu Anda mempelajari teori hingga praktiknya langsung terkait pengoperasian dan perawatan scaffolding sesuai standar keselamatan. Terlebih lagi, di PT Mandiri Maha Daya akan mendapatkan berbagai fasilitas pelatihan hingga sertifikat resmi Kemnaker untuk memudahkan Anda bekerja di konstruksi.
Tunggu apalagi? Yuk, langsung saja konsultasikan kebutuhan Anda dengan klik tombol WhatsApp di bawah ini!
[whatsapp_button id=”18316″]