Panduan Lengkap Cara Membangun Scaffolding

Panduan Lengkap Membangun Scaffolding & Alat yang Dibutuhkan

Apakah Anda pernah mendengar istilah scaffolding dalam dunia konstruksi? Mungkin, bagi Anda yang bekerja di industri konstruksi sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Tapi, bagi seseorang yang baru akan terjun dan masuk ke sektor konstruksi, bisa saja belum memahaminya.

Sederhananya, scaffolding adalah struktur penyangga sementara yang berfungsi untuk menahan atau menyangga manusia dan material bangunan pada pekerjaan di ketinggian, seperti perbaikan dan perawatan gedung tinggi. Jadi, cara membangun scaffolding menjadi salah satu alat vital untuk mendukung keberlangsungan proyek konstruksi.

Maka dari itu, agar peralatan tersebut dapat bekerja dengan maksimal, perlu dipahami proses pemasangannya. Yuk, cari tahu cara membangun scaffolding pada pembahasan artikel di bawah ini, ya!

Panduan Lengkap Cara Membangun Scaffolding

Perlengkapan Membangun Scaffolding

Sebelum membahas tentang cara membangun scaffolding, Anda perlu mengetahui perlengkapan atau komponen penting yang digunakan dalam proses pemasangannya. Perlengkapan ini penting untuk memastikan pemasangan scaffolding sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Berikut beberapa perlengkapannya:

1. Mainframe

Pertama, perlengkapan yang diperlukan untuk membangun scaffolding adalah mainframe. Mainframe adalah komponen utama yang berfungsi untuk mengatur ketinggian dan lebar dari scaffolding sesuai dengan kebutuhan, serta terdiri dari berbagai macam ukuran.

2. Catwalk

Setelah mainframe, ada komponen berupa catwalk yang berfungsi sebagai tempat berpijak antar mainframe dan digunakan sebagai akses untuk menopang pekerja saat melakukan konstruksi.

3. Lock Pin

Selanjutnya, perlengkapan dalam membangun scaffolding adalah lock pin. Apa itu lock pin? Lock pin adalah komponen yang berfungsi sebagai pengaman untuk mengunci cross brace.

4. Cross Brace

Cross brace merupakan perlengkapan berupa dua pipa yang saling bersilangan dan dihubungkan di bagian tengahnya serta berfungsi untuk mengikat setiap mainframe, sehingga bisa berdiri tegak.

5. Joint Pin

Perlengkapan berikutnya adalah joint pin. Joint pin merupakan alat yang digunakan sebagai penyambung antar mainframe pada scaffolding.

6. End Frame

End frame adalah komponen scaffolding yang mempunyai peran sebagai penambah ketinggian yang bisa disesuaikan tingkat ketinggiannya.

7. Roda Scaffolding

Terakhir, perlengkapan yang dibutuhkan adalah roda dan berfungsi untuk memindahkan scaffolding dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa perlu membongkar platform.

Cara Membangun Scaffolding

Setelah mengetahui tentang perlengkapan untuk membangun scaffolding, maka saatnya Anda memahami cara melakukan pemasangan platform. Nah, berikut ini cara membangun scaffolding dengan tepat dan aman:

1. Mempersiapkan Lokasi

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan lokasi untuk mengoperasikan scaffolding. Misalnya, scaffolding akan digunakan di luar ruangan, maka pastikan area kerjanya luas dan terhindar dari potensi cuaca ekstrem. 

Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa lokasi tersebut tidak berada di dekat benda yang mengganggu proses pemasangan maupun pengoperasian scaffolding.

2. Susun dari Tingkatan Paling Bawah

Jika lokasinya sudah ditentukan, maka cara membangun scaffolding selanjutnya adalah mulai menyusun dari tingkatan paling bawah terlebih dahulu. Pastikan bahwa bagian bawahnya sudah terpasang semua dengan baik dan kuat.

3. Pasang Tiang Penyangga Utama

Apabila tingkatan atau bingkai paling bawah sudah terpasang, maka selanjutnya adalah memasang tiang penyangga utama. Pastikan bahwa tiang penyangganya dipasang secara vertikal dan terkunci dengan baik.

4. Memasang Platform dan Rel Penahan

Cara membangun scaffolding berikutnya adalah memasang platform dan rel penahan. Pastikan Anda menempatkan platform dengan rapi dan terkunci dengan aman pada tiang penyangga utama. Selain itu, rel penahan juga harus dipasang dengan kuat dan baik agar dapat melindungi platform dan memberikan kestabilan tambahan.

5. Pemeriksaan Kestabilan Scaffolding

Jika semua komponen scaffolding sudah terpasang dengan baik, maka langkah terakhir adalah lakukan pemeriksaan kestabilan platform. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa scaffolding tidak goyang dan sudah stabil. Jadi, keselamatan pekerja saat mengoperasikan scaffolding tetap terjaga.

Perlengkapan Membangun Scaffolding

Tips Menghindari Kesalahan

Mengetahui cara membangun scaffolding saja tidak cukup bagi Anda. Terlebih lagi, Anda yang tertarik untuk bekerja di sektor konstruksi dan akan mengoperasikan scaffolding, maka harus paham tips menghindari kesalahan dalam pemasangan dan pengoperasian platform. Berikut penjelasannya:

1. Patuhi Pedoman Standar Keselamatan

Tips pertama untuk menghindari kesalahan dalam pemasangan dan pengoperasian scaffolding adalah harus mematuhi pedoman standar keselamatan. Tujuannya agar meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

2. Periksa Kualitas Scaffolding

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah scaffolding tidak memenuhi standar kualitas, sehingga akan membahayakan pekerja dan menyebabkan kecelakaan kerja. Jadi, tips menghindarinya adalah dengan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan bahwa platform dalam keadaan aman dan terhindar dari kerusakan.

3. Gunakan Sesuai Kapasitas

Tidak menutup kemungkinan pekerja menggunakan scaffolding tidak sesuai kapasitas beban yang sudah ditentukan, sehingga bisa menyebabkan kerusakan. Maka dari itu, pastikan Anda memeriksa dan memastikan kapasitas bebannya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4. Pelatihan Operator

Terjadinya kecelakaan scaffolding salah satunya akibat pekerja yang kurangnya pengetahuan dalam pemasangan dan pengoperasian platform. Jadi, untuk menghindarinya adalah dengan memberikan pelatihan operator scaffolding untuk memastikan semuanya aman dan sesuai standar keselamatan yang berlaku.

Regulasi Scaffolding

Pengoperasian scaffolding yang mempunyai potensi dan risiko besar, maka telah ditetapkan regulasi atau standar keselamatan agar terhindar dari kecelakaan kerja. Dalam hal ini, semua industri harus mematuhi regulasi tersebut. Nah, berikut ini beberapa regulasi yang mengatur tentang scaffolding di Indonesia:

  • Permenaker No.5 Tahun 2018 tentang Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi. Regulasi ini mengatur tentang pengoperasian scaffolding di lingkungan kerja.
  • Permenaker No.9 Tahun 2016 tentang Alat Pelindung Diri yang harus digunakan oleh pekerja scaffolding.
  • Standar Nasional Indonesia 03-1750-2005 memberikan pedoman teknis untuk pembuatan dan pemasangan scaffolding dengan aman.
  • ISO 9001 dan OHSAS 18001 yang mengatur terkait kualitas dan keselamatan kerja, termasuk dalam pengoperasian scaffolding.

Penutup

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai cara membangun scaffolding beserta tips menghindari kesalahan dan regulasi yang mengaturnya. Jadi, buat Anda yang tertarik bekerja di sektor konstruksi, maka harus memahami terkait pemasangan dan pengoperasian scaffolding tersebut.

Dalam hal ini, Anda bisa mengikuti pelatihan scaffolding di PT Mandiri Maha Daya. Pelatihan ini akan membantu Anda untuk mengetahui dasar-dasar pemasangan, pengoperasian, dan perawatan scaffolding. Bahkan, Anda juga akan diajak praktik secara langsung untuk mengoperasikan scaffolding dengan aman.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik mengikuti pelatihannya? Jika iya, maka langsung saja klik tombol WhatsApp di bawah, ya!

Atsna Himmatul Aliyah
Atsna Himmatul Aliyah

I have an interest in the SEO, Content Writer, and Copy Writer

Articles: 128