Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Pernahkah Anda melihat orang tenggelam? Atau mungkin pernah mengalaminya sendiri? Ya, mungkin kita sudah tidak asing dengan istila tenggelam.
Pasalnya, tenggelam merupakan salah satu kondisi tubuh berada di dalam air dan korban tidak bisa bernapas. Kondisi ini sering terjadi di kolam renang, sungai, pantai, atau lainnya.
Jika kondisi tersebut tidak segera mendapatkan pertolongan, maka akan menyebabkan kematian pada korban. Hal ini dikarenakan, mereka tidak bisa berenang dan kesulitan bernapas, sehingga air akan masuk ke saluran pernapasan serta pasokan oksigen berhenti.
Lantas, bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada orang tenggelam? Simak informasi selengkapnya di bawah ini, ya!

Mungkin banyak pertanyaan kenapa orang bisa disebut tenggelam? Jawabannya adalah orang bisa disebut tenggelam ketika air masuk ke saluran pernapasan dan mengisi paru-paru, sehingga pasokan oksigen di tubuh seketika berhenti (hipoksemia).
Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan pada fungsi organ manusia, seperti jantung dan otak. Tentu, ini bisa menyebabkan kematian pada korban jika tidak segera diberikan pertolongan pertama.
Tenggelam bisa terjadi akibat beberapa hal, seperti tidak bisa berenang di kolam renang dan pantai, kecelakaan transportasi air, adanya bencana banjir, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Lakukan Ini Sebagai Pertolongan Pertama Keseleo!
Sebelum benar-benar tenggelam, tentunya dapat beberapa tanda-tanda atau gejala orang tenggelam yang perlu diketahui. Tujuannya adalah agar Anda atau orang sekitar saat melihat gejala tersebut bisa segera memberikan pertolongan.
Nah, berikut beberapa tanda-tanda orang tenggelam:
Mengetahui risiko dan bahayanya orang tenggelam, maka pertolongan pertama merupakan suatu hal yang penting untuk menyelamatkan korban. Namun, pastikan yang memberikan pertolongan merupakan orang yang paham dan mempunyai pengetahuan khusus agar tidak berakibat fatal pada korban.
Jika Anda melihat orang tenggelam, tetapi tidak bisa berenang untuk menyelamatkannya, maka segera minta bantuan kepada petugas atau orang yang berpengalaman untuk berenang.
Pasalnya, jika tetap memaksakan diri untuk menolong, maka keselamatan Anda juga bisa terancam karena tidak bisa berenang. Dalam meminta bantuan, Anda bisa berteriak atau menghampiri petugas yang ada.
Kemudian, meskipun Anda bisa berenang, jangan langsung menolong korban, melainkan tetap meminta bantuan orang lain.
Perlu Anda ketahui, sebenarnya menolong korban tenggelam dengan cara berenang secara langsung hanya boleh dilakukan oleh petugas profesional saja, mengingat sangat membahayakan, sehingga tidak disarankan.
Maka dari itu, Anda bisa menolong korban menggunakan alat bantu, seperti tali, tongkat, atau yang lainnya. Kemudian, jika masih tidak berhasil dan perlu menolong secara langsung, maka jangan lupa tetap menggunakan pelampung.

Selanjutnya, saat korban sudah dibawa ke tepian, maka segera baringkan di tempat yang aman dengan posisi telentang. Kemudian, mulailah memeriksa pernapasan dengan mendekatkan telinga ke mulut serta hidung korban.
Tujuannya untuk merasakan ada atau tidak hembusan udara. Selain itu, kamu juga bisa melihat gerakan dada korban sebagai pertanda apakah korban masih bernapas atau tidak.
Apabila denyut nadi korban tidak teraba sama sekali, maka Anda bisa melakukan resusitasi jantung paru (CPR) sebagai upaya pertolongan medis. Tujuannya adalah mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah pada tubuh korban.
Cara yang dilakukan dalam resusitasi jantung paru (CPR) adalah melalui tiga tahapan, yakni compression, airways, dan breathing.
Baca Juga: Pertolongan Pertama Serangan Jantung, Ini yang harus Dilakukan!
Berikutnya, apabila korban sudah sedikit pulih kesadarannya, maka segera hangatkan tubuh korban menggunakan pakaian, handuk, maupun selimut tebal yang kering.
Perlu diketahui, bahwa tenggelam merupakan salah satu kecelakaan yang cukup membahayakan dan bisa saja dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak.
Maka dari itu, upaya pencegahan agar tidak tenggelam juga menjadi salah satu hal yang penting dipahami dan dilakukan. Nah, berikut cara mencegah supaya tidak tenggelam saat berenang atau aktivitas lainnya di air.
Pertama, cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan pelampung sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Hal ini dikarenakan, pelampung bisa membantu penggunanya agar tetap mengambang di air, meskipun tidak bisa berenang.
Kedua, pastikan untuk memilih tempat berenang yang dekat dengan pengawasan petugas, baik itu saat di kolam renang, pantai, atau tempat lainnya. Tujuannya adalah agar saat berenang tetap berada pada pengawasan petugas, sehingga saat akan tenggelam, petugas bisa membantu menyelamatkan.
Selanjutnya, cara mencegah agar tidak tenggelam adalah dengan belajar dasar-dasar renang. Tujuannya adalah supaya Anda bisa berenang dan membantu menjaga Anda saat beraktivitas di dalam air, sehingga tidak akan tenggelam.
Demikianlah pembahasan mengenai tanda-tanda serta cara melakukan pertolongan pertama pada orang tenggelam. Tentu, pembahasan di atas dapat membantu Anda agar tidak tenggelam saat beraktivitas di dalam air serta memberikan pertolongan pertama pada orang tenggelam.
Maka dari itu, mengetahui dan memahami ilmu pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Tujuannya adalah supaya Anda bisa mengetahui teori serta praktiknya dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, terutama orang tenggelam.
Dengan begitu, Anda bisa membantu menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami cedera akibat kecelakaan. Oleh karena itu, Anda bisa mengikuti pelatihan P3K di PT Mandiri Maha Daya!