Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Salah satu alat transportasi vertikal yang sekarang sering digunakan di gedung bertingkat adalah elevator atau lift. Hal ini dikarenakan, elevator memudahkan seseorang untuk berpindah dari lantai satu ke lantai lainnya.
Agar elevator dapat berfungsi dan berjalan dengan baik, maka terdapat beberapa komponen wajib di dalamnya. Komponen pada elevator ini berfungsi untuk mengoperasikan alat dengan baik sebagaimana mestinya.
Nah, berikut ini beberapa komponen elevator beserta fungsinya yang harus kamu ketahui. Yuk, simak pembahasannya, ya!
Elevator atau bisa juga disebut dengan lift adalah sebuah alat transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau benda dari satu lantai menuju lantai lainnya dengan lebih mudah.
Singkatnya, elevator membantu untuk mengangkat atau menurunkan orang maupun barang dari lantai satu ke lantai lain dalam sebuah bangunan.
Cara kerja elevator menggunakan konsep dasar fisika yang mana kabinnya dihubungkan dengan sistem pendorong, sehingga bisa dengan mudah untuk bergerak naik dan turun.

Seperti halnya dengan alat transportasi lainnya, elevator juga mempunyai beberapa komponen yang berfungsi agar operasionalnya dapat dengan lancar.
Dengan kata lain, komponen elevator adalah bagian yang ada di dalam eskalator yang berfungsi sebagai sistem pengendali alat, sehingga dapat bergerak vertikal naik dan turun.
Komponen pada elevator terdapat empat bagian utama, yakni komponen di ruang mesin (machine room), ruang luncur kabin (hoistway), kereta, dan komponen luar ruang luncur atau hall.
Setiap masing-masing komponen tersebut, mempunyai beberapa jenis atau bagian lagi di dalamnya yang berguna untuk mendukung operasional elevator.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa komponen pada elevator terdapat empat bagian, yakni machine room, hoistway, kereta, dan hall. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini fungsi setiap komponen yang ada di elevator.

Ruang mesin (machine room) adalah ruangan di mana ditempatkannya mesin penggerak, panel pengendali operasi, serta peralatan penunjang elevator lainnya. Berikut ini beberapa peralatan penunjang yang ada di ruang mesin.
Peralatan pertama yang ada di komponen machine room adalah control panel yang berfungsi untuk mengatur maupun mengendalikan elevator.
Semua instruksi atau permintaan pada elevator, seperti naik dan turun lantai, hold pintu, dan lainnya akan dicatat serta diolah yang kemudian diteruskan kepada lift agar bergerak sesuai perintah.
Ruang mesin elevator terdapat mesin penggerak lift yang mana mengubah listrik menjadi daya gerak. Proses ini dibantu dengan gear dan roda yang nantinya dapat menggerakkan kabin lift naik maupun turun.
Bagian primary velocity transducer berfungsi untuk melakukan deteksi putaran motor serta kecepatan elevator yang nantinya informasi yang diterima akan diteruskan pada governor.
Selanjutnya, governor merupakan alat pengaman yang berfungsi untuk menghentikan lift ketika kecepatannya melebihi batas aman yang sudah ditentukan, baik secara elektrik maupun mekanik.
Selain governor, terdapat alat pengaman tambahan lift opsional yang berfungsi untuk menggerakkan elevator ketika listrik padam dan membawa kabin ke lantai terdekat serta membuka pintu, sehingga penumpang bisa keluar.
[maxbutton id=”15″]

Ruang luncur (hoistway) adalah ruang tempat kereta dan bobot imbang bergerak yang dibatasi oleh lekuk dasar, dinding tegak lurus, dan langit-langit.
Ruang luncur kabin pertama ada guide rail yang digunakan untuk tempat kabin dan counterweight bergerak naik atau turun. Bagian ini terdiri dari dua atau lebih baja yang disusun sejajar secara vertikal.
Komponen kedua, ada limit switch yang berfungsi untuk menghentikan elevator agar tidak menabrak lantai paling bawah maupun atap paling atas.
Selanjutnya, ada vane plate yang berfungsi untuk mengatur pemberhentian kabin serta mengatur pembukaan pintu pendaratan.
Komponen berikutnya, ada landing door yang berfungsi untuk membuka maupun menutup pintu kabin elevator, sehingga penumpang bisa keluar dan masuk.
Jika kabin mengalami benturan, maka alat yang digunakan untuk menyangga serta meredam getaran adalah buffer yang diletakkan pada bagian dasar hoistway.
Terakhir, ada governor tensioner yang berfungsi untuk menjaga rope agar tetap tegang dan tidak kendor.

Kereta elevator merupakan ruang tertutup yang mempunyai lantai, dinding, pintu, dan atap yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang tertentu.
Kereta merupakan ruang atau kabin yang digunakan untuk membawa penumpang naik dan turun. Kabin ini langsung dihubungkan dengan counterweight dan tali baja melalui pully pada ruang mesin.
Bagian pintu kereta berfungsi sebagai pintu yang bergerak secara otomatis, baik terbuka maupun tertutupnya serta sudah dilengkapi dengan alat pengaman.
Bagian COP berisi tombol setiap lantai yang dituju, pengatur buka tutup pintu, informasi lift berada pada lantai berapa, serta tombol alarm.
Interphone atau tombol alarm terletak pada COP yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan ruang kontrol gedung.
Selanjutnya, alarm buzzer berfungsi sebagai peringatan jika beban elevator pintu, pintu terlalu lama dibuka, atau tanda darurat lainnya.
Bagian safety link atau alat pengaman berfungsi untuk menahan kereta overspeed ke bawah ketika dalam keadaan darurat.
Bagian tombol lantai terletak di setiap lantai pada gedung yang berada di samping pintu kereta atau kabin elevator.
Bagian saklar kebakaran ketika ditekan, akan membuat elevator menghentikan semua kegiatannya serta berhenti pada lantai yang paling dekat.
Penunjuk lantai adalah layar yang menunjukkan informasi kabin elevator sedang berada pada lantai berapa.
Komponen pada elevator merupakan indikator yang sangat penting untuk pengoperasian elevator. Tentu, setiap komponen yang ada, harus dirawat dengan baik untuk memastikan keandalan, keselamatan, dan efisiensi operasional.
Terdapat beberapa alasan pentingnya perawatan rutin setiap komponen elevator, yakni sebagai berikut:
Komponen merupakan salah satu bagian terpenting dalam pengoperasian elevator. Hal ini dikarenakan, jika tidak terdapat komponen tersebut, maka elevator tidak bisa bergerak secara maksimal.
Akan tetapi, agar pengoperasian elevator dapat dilakukan dengan baik dan tetap menjaga keselamatan penumpang, maka pemilik gedung harus mematuhi K3 setiap penggunaan komponennya.
Hal ini berarti harus memastikan bahwa penggunaan semua komponen elevator sudah memenuhi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mulai dari material dan ukuran komponen, proses inspeksi dan perawatan komponen, atau yang lainnya.
Dengan begitu, dapat membantu meningkatkan keselamatan pengguna, mengurangi risiko kecelakaan, serta membuat lingkungan menjadi lebih aman.
Mengingat pentingnya inspeksi dan perawatan rutin terhadap semua komponen elevator, maka pekerja yang melakukan pekerjaan ini harus memahami terkait pengetahuan dasar, pemasangan, pengoperasian, dan perawatan elevator dengan benar.
Itulah kenapa tidak sembarang orang bisa melakukan pengoperasian elevator. Hanya seseorang yang sudah mempunyai pengetahuan khusus yang bisa melakukannya agar keselamatan diri sendiri serta lingkungan sekitar tetap terjaga.
Maka dari itu, mengikuti pelatihan operator dan teknisi elevator merupakan langkah yang sangat penting bagi pekerja yang melakukan pengoperasian dan perawatan elevator.
Dalam hal ini, kamu bisa mengikuti pelatihan operator dan teknisi elevator di PT Mandiri Maha Daya dan dapatkan sertifikasi resmi dari Kemnaker RI.
Nah, itulah tadi pembahasan mengenai jenis dan fungsi komponen pada elevator. Pada intinya, komponen elevator adalah bagian dalam eskalator yang berfungsi sebagai sistem pengendali alat, sehingga bisa bergerak naik dan turun.
Terdapat empat komponen utama yang ada di dalam elevator, yakni machine room, hoistway, kereta elevator, dan komponen di luar ruang luncur.
[maxbutton id=”3″] [maxbutton id=”2″]