teknik dasar P3K

Teknik Dasar P3K dan Metode DRSABCD yang Harus Anda Tahu

Perlu Anda ketahui, bahwa kita harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Sebab, kecelakaan atau situasi darurat yang membahayakan nyawa bisa terjadi di mana dan kapan saja.

Bahkan, di lingkungan sekitar Anda juga mempunyai kemungkinan terjadinya situasi darurat tersebut. Tentu, Anda harus mempunyai pengetahuan pertolongan pertama agar dapat membantu korban yang mengalami cedera akibat situasi darurat yang terjadi.

Pasalnya, untuk mendapatkan bantuan dari tenaga medis harus membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga semakin membahayakan korban apabila tidak segera diberikan pertolongan.

Maka dari itu, Anda harus memahami terkait teknik dasar P3K beserta dengan salah satu upaya pertolongannya, yakni metode DRSABCD. 

Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Pengertian Teknik Dasar P3K

teknik dasar P3K

Teknik dasar P3K adalah langkah pertolongan pertama yang dilakukan untuk memberikan perawatan sementara kepada korban kecelakaan sebelum petugas medis profesional datang.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah cedera yang semakin parah, memberikan rasa nyaman, hingga menyelamatkan nyawa korban.

Dengan memberikan pertolongan pertama tersebut, korban kecelakaan yang mengalami luka ringan maupun berat bisa diberikan perawatan sementara agar cedera yang dialami tidak semakin parah.

Selain itu, upaya pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan juga membantu korban untuk tetap bertahan sampai bantuan dari tenaga medis profesional datang.

Jenis-Jenis Teknik Dasar P3K

Terdapat beberapa jenis teknik dasar P3K yang perlu diketahui, terutama bagi Anda sebagai petugas P3K di tempat kerja. Nah, berikut jenis teknik dasar P3K yang harus Anda ketahui apabila ingin melakukan pertolongan pertama.

1. Mengatasi memar

Jenis pertama yang perlu Anda ketahui adalah cara mengatasi memar. Memar menjadi salah satu cedera ringan yang dialami oleh korban kecelakaan. Memar bisa terjadi akibat pembuluh darah pecah, sehingga menyebabkan darah menggumpal.

Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengompres bagian tubuh yang memar dengan es batu. Tujuannya untuk mempersempit pembuluh darah yang pecah serta mempercepat pemulihan.

2. Mengatasi mimisan

Mimisan juga menjadi salah satu jenis cedera yang harus segera diberikan pertolongan pertama. Namun, faktanya masih banyak yang salah dan keliru dalam memberikan upaya pertolongan pada mimisan.

Langkah yang tepat untuk memberikan pertolongan pertama terhadap orang yang mimisan adalah dengan memasukkan tisu atau kain pada hidung untuk mencegah pendarahan semakin parah.

Namun, pastikan tubuh korban condong ke depan dan hindari memasukkan tisu sambil menengadahkan kepala. Setelah mimisan berhenti, Anda bisa mengompres hidung dengan handuk dingin.

3. Pertolongan pertama saat tersedak

pertolongan pertama saat tersedak

Jenis teknik dasar P3K lainnya yang harus Anda pahami adalah ketika memberikan pertolongan pertama saat tersedak. Pastikan Anda tidak panik dan bantu korban untuk batuk sekuat tenaga serta berikan dorongan dari perut agar benda yang tersangkut bisa keluar.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan upaya pertolongan pertama dengan teknik Heimlich Maneuver. Heimlich maneuver merupakan upaya yang dilakukan dengan cara menekan perut korban secara kuat untuk memberikan tekanan pada perut dan dada, sehingga benda yang tersangkut bisa dikeluarkan.

4. Pertolongan pertama keseleo

Saat melakukan aktivitas yang berlebihan, seringkali kita mengalami keseleo dan kram. Jika Anda tidak mengetahui cara mengatasinya, maka produktivitas akan semakin menurun.

Dalam hal ini, upaya pertolongan pertama pada keseleo adalah dengan mengompres air dingin atau es batu untuk membantu menghilangkan peradangan serta pembengkakan.

5. Pertolongan pertama orang pingsan

Apabila Anda menemukan seseorang yang tiba-tiba pingsan akibat situasi darurat yang dialaminya, maka segera berikan pertolongan pertama sambil menunggu petugas medis datang.

Anda bisa mulai dengan mengecek pernapasan, melakukan resusitasi jantung atau CPR, dan segera menghubungi rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Pada Orang Pingsan!

Metode DRSABCD

Pernahkah Anda mendengar pertolongan pertama pada kecelakaan menggunakan metode DRSABCD? Mungkin, bagi orang awam metode ini sangat asing dan jarang sekali terdengar. Namun, bagi Anda sebagai petugas P3K, maka harus mengetahui dan memahaminya.

DRSABCD merupakan kepanjangan dari Danger, Response, Send, Airway, Breathing, Circulation, dan Defibrillator. 

Lebih lengkapnya, Anda bisa menyimak pembahasan pertolongan pertama menggunakan metode DRSABCD di bawah ini!

1. Danger (D)

Pertama, danger atau bahaya yang berarti petugas harus memastikan bahwa semua korban berada pada lokasi atau area yang aman. Bawa korban kecelakaan dari lokasi yang membahayakan, namun tetap waspada dan jangan membahayakan diri sendiri.

2. Response (R)

Kedua, response atau respons yang artinya petugas harus segera melihat respons dari korban apabila sudah berada di lokasi yang aman.

Dalam hal ini, Anda bisa memeriksa tingkat kesadaran korban dengan cara menepuk bahunya secara perlahan. Apabila korban sadar, maka Anda bisa mengajukan pertanyaan singkat, mulai dari nama dan alamat.

3. Send for help (S)

Metode DRSABCD

Ketiga, send for help atau kirim bantuan. Apabila korban tidak sadarkan diri dan terlihat lukanya cukup parah, maka segera hubungi bantuan medis terdekat agar mendapatkan pertolongan lanjutan dari petugas profesional.

4. Airway (A)

Keempat, airway atau periksa mulut dan tenggorokan korban. Metode ini bisa Anda lakukan dengan memeriksa dan membuka jalan napas korban. Caranya dengan menempatkan tangan Anda di dahi. Setelah itu, angkat dagu korban secara perlahan-lahan.

5. Breathing (B)

Kelima, breathing merupakan upaya untuk memastikan bahwa korban benar-benar masih bernapas. Langkah yang bisa dilakukan adalah memeriksa pernapasan dengan cara melihat pergerakan naik turun dada serta dengarkan suara nafasnya.

6. Compression (C)

Selanjutnya, adalah tahapan compression atau pemberian pertolongan napas buatan yang mana biasa disebut dengan istilah CPR. Upaya ini dilakukan apabila tanda-tanda pernapasan korban tidak ada atau denyut nadinya berhenti.

7. Defibrillator (D)

Terakhir, ada defibrillator yang mana jika pada area kecelakaan terdapat defibrillator eksternal otomatis (AED), maka segera gunakan alat ini untuk menolong korban yang mengalami henti jantung.

AED berfungsi untuk mengembalikan irama jantung, sehingga membuat jantung bisa kembali berdetak. Namun, biasanya hanya petugas medis profesional saja yang bisa menggunakan alat ini.

Penutup

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai pengertian dan jenis teknik dasar P3K beserta dengan salah satu upaya pertolongan pertama berupa metode DRSABCD yang perlu Anda ketahui.

Teknik dasar P3K serta metode DRSABCD harus dipahami oleh petugas P3K di tempat kerja. Jadi, apabila profesi Anda sebagai petugas P3K dan belum mengetahui serta memahami teknik serta metode tersebut, maka sebaiknya ikuti pelatihan terlebih dahulu.

Anda bisa mengikuti pelatihan petugas P3K di PT Mandiri Maha Daya dan dapatkan pengetahuan serta keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dengan tepat dalam kondisi darurat.

Melalui pelatihan tersebut, Anda akan mendapatkan berbagai materi pelatihan yang berfungsi untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan.

Yuk, daftar pelatihan petugas P3K di sini dan dapatkan sertifikasi resmi Kemnaker RI!

Atsna Himmatul Aliyah
Atsna Himmatul Aliyah

I have an interest in the SEO, Content Writer, and Copy Writer

Articles: 128