Takut Kerja di Kapal? Ini yang Bikin Pekerjaan Pelaut Tetap Aman

Takut Kerja di Kapal? Ini yang Bikin Pekerjaan Pelaut Tetap Aman

Bekerja di tengah laut memang terdengar menantang. Cuaca yang berubah, mesin berukuran besar, aktivitas di deck, hingga lokasi kerja yang jauh dari daratan membuat sebagian orang menganggap pekerjaan pelaut sebagai profesi yang sangat berbahaya.

Namun, bukan berarti bekerja di kapal selalu identik dengan kecelakaan.

Dalam operasional kapal profesional, keselamatan kerja di kapal menjadi bagian penting dari pekerjaan sehari-hari. Pelaut dibekali pelatihan, prosedur kerja, alat pelindung diri, hingga latihan keadaan darurat untuk membantu mengurangi risiko selama bekerja.

Jadi, kalau kamu tertarik menjadi pelaut tetapi masih khawatir soal keselamatan, ada beberapa hal yang perlu dipahami terlebih dahulu.

Kenapa Kerja di Kapal Sering Dianggap Berbahaya?

Setiap pekerjaan mempunyai risiko, tetapi lingkungan kapal memang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan pekerjaan di darat.

Pelaut dapat bekerja di area terbuka, ruang mesin, deck, cargo area, hingga tempat dengan ruang gerak terbatas. Pada kondisi tertentu, kru juga harus menghadapi gelombang, cuaca buruk, permukaan licin, peralatan berat, panas mesin, dan aktivitas operasional lainnya.

Beberapa risiko yang dapat ditemui ketika bekerja di kapal antara lain:

  • terpeleset atau terjatuh di deck;
  • kecelakaan saat menggunakan mesin atau peralatan;
  • kebakaran di kapal;
  • paparan bahan berbahaya;
  • jatuh ke laut;
  • cedera ketika melakukan pekerjaan fisik;
  • kelelahan akibat pola kerja yang tidak dikelola dengan baik;
  • serta keadaan darurat akibat cuaca atau kondisi kapal.

Karena itulah, perusahaan dan kru kapal tidak seharusnya mengandalkan keberuntungan. Risiko perlu dikendalikan melalui prosedur dan sistem keselamatan yang jelas.

Ini yang Bikin Pekerjaan Pelaut Tetap Aman

Bekerja di kapal memang mempunyai risiko, tetapi banyak dari risiko tersebut dapat ditekan jika kru mengikuti prosedur dengan benar.

Berikut beberapa hal penting yang membantu menjaga keselamatan pelaut.

1. Pelaut Dibekali Pelatihan Keselamatan

Sebelum bekerja di kapal, pelaut umumnya perlu mengikuti pelatihan yang sesuai dengan pekerjaan dan persyaratan yang berlaku.

Salah satu yang paling dikenal adalah Basic Safety Training (BST).

Melalui pelatihan keselamatan, pelaut diperkenalkan dengan berbagai kondisi yang mungkin terjadi di kapal, seperti:

  • kebakaran;
  • keadaan darurat;
  • proses evakuasi;
  • penggunaan alat keselamatan;
  • pertolongan pertama;
  • hingga cara bertahan hidup ketika terjadi kondisi darurat di laut.

Tujuannya bukan hanya memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga mempersiapkan pelaut menghadapi situasi nyata di atas kapal.

Karena itu, sebelum mencari pekerjaan, pastikan sertifikat dan kompetensi yang dibutuhkan untuk posisi yang kamu incar sudah sesuai.

Kamu juga dapat melihat berbagai pilihan pelatihan sertifikasi pelaut melalui Profesea.

2. Penggunaan APD Tidak Boleh Disepelekan

Alat Pelindung Diri atau APD menjadi salah satu perlindungan dasar ketika bekerja di kapal.

Jenis APD yang digunakan dapat berbeda tergantung pekerjaan dan area kerja. Beberapa yang umum digunakan antara lain:

  • safety helmet;
  • safety shoes;
  • sarung tangan;
  • coverall;
  • safety goggles;
  • hearing protection;
  • life jacket;
  • hingga safety harness untuk pekerjaan tertentu.

Misalnya, kru yang bekerja di area mesin mungkin menghadapi tingkat kebisingan tinggi. Sementara kru yang bekerja di deck dapat menghadapi risiko permukaan licin atau aktivitas dengan alat berat.

Karena itu, APD harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Hal yang terlihat sederhana seperti menggunakan helm, sepatu keselamatan, atau sarung tangan dapat menjadi bagian penting dalam mencegah cedera.

3. Setiap Pekerjaan Memiliki SOP

Pelaut tidak seharusnya menjalankan pekerjaan hanya berdasarkan kebiasaan atau perkiraan.

Dalam kegiatan operasional kapal, terdapat prosedur kerja yang perlu dipahami sebelum suatu pekerjaan dilakukan.

Contohnya ketika kru akan melakukan:

  • maintenance mesin;
  • pekerjaan di ketinggian;
  • pekerjaan di enclosed space;
  • aktivitas mooring;
  • bunkering;
  • pekerjaan kelistrikan;
  • atau pekerjaan panas seperti welding.

Prosedur tersebut membantu kru memahami risiko, peralatan yang dibutuhkan, hingga langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi masalah.

Itulah mengapa disiplin terhadap SOP keselamatan kerja di kapal menjadi sangat penting.

Pelaut berpengalaman sekalipun tetap perlu mengikuti prosedur karena kecelakaan dapat terjadi ketika risiko dianggap sepele.

4. Ada Toolbox Meeting Sebelum Pekerjaan Tertentu

Sebelum menjalankan pekerjaan yang memiliki risiko, kru dapat melakukan toolbox meeting atau safety briefing.

Dalam briefing ini, tim dapat membahas:

  • pekerjaan yang akan dilakukan;
  • siapa yang bertanggung jawab;
  • potensi bahaya;
  • APD yang harus digunakan;
  • kondisi area kerja;
  • peralatan yang dibutuhkan;
  • hingga tindakan apabila terjadi keadaan darurat.

Proses ini membantu seluruh kru mempunyai pemahaman yang sama sebelum pekerjaan dimulai.

Komunikasi seperti ini sangat penting di kapal karena banyak pekerjaan dilakukan secara berkelompok dan melibatkan koordinasi antaranggota kru.

5. Pelaut Rutin Mengikuti Emergency Drill

Keadaan darurat tidak bisa selalu diprediksi.

Karena itu, kru kapal perlu mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum keadaan tersebut benar-benar terjadi.

Salah satu caranya adalah melalui emergency drill.

Latihan yang dilakukan dapat mencakup skenario seperti:

  • fire drill;
  • abandon ship drill;
  • man overboard drill;
  • hingga simulasi keadaan darurat lainnya.

Melalui latihan tersebut, kru dapat memahami lokasi muster station, jalur evakuasi, penggunaan alat keselamatan, serta tugas masing-masing.

Dalam kondisi darurat, kemampuan mengambil tindakan dengan cepat dapat sangat menentukan.

6. Komunikasi Antar Kru Sangat Penting

Keselamatan di kapal bukan hanya tanggung jawab kapten atau safety officer.

Seluruh kru mempunyai peran.

Jika menemukan kondisi berbahaya, kerusakan alat, kebocoran, atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, kru sebaiknya segera melaporkannya.

Komunikasi juga penting ketika melakukan pekerjaan bersama.

Instruksi yang tidak jelas atau miskomunikasi dapat meningkatkan risiko, terutama ketika pekerjaan melibatkan mesin, crane, tali mooring, atau aktivitas lain yang membutuhkan koordinasi.

Budaya keselamatan yang baik membuat kru tidak ragu mengingatkan satu sama lain ketika menemukan risiko.

7. Kondisi Fisik Pelaut Juga Harus Dijaga

Keselamatan bukan hanya soal helm, life jacket, atau prosedur.

Kondisi fisik kru juga berpengaruh.

Kelelahan dapat menurunkan konsentrasi dan memperlambat respons seseorang ketika menghadapi situasi tertentu.

Karena itu, pelaut perlu menjaga kondisi tubuh selama menjalani kontrak dengan memperhatikan:

  • waktu istirahat;
  • pola makan;
  • kondisi kesehatan;
  • hidrasi;
  • serta kemampuan berkonsentrasi ketika bekerja.

Apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk menjalankan suatu tugas dengan aman, hal tersebut perlu dikomunikasikan sesuai prosedur di kapal.

Sertifikat Keselamatan yang Perlu Dikenal Pelaut

Selain pengalaman kerja, sertifikat menjadi salah satu bagian penting dari kesiapan seorang pelaut.

Jenis sertifikat yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung posisi, jenis kapal, tanggung jawab, serta persyaratan perusahaan.

Beberapa pelatihan atau sertifikasi yang sering dikenal dalam industri pelayaran antara lain:

Basic Safety Training (BST)

BST memberikan dasar pengetahuan dan kemampuan keselamatan kepada pelaut sebelum bekerja di kapal.

Materinya berkaitan dengan kesiapan menghadapi keadaan darurat, keselamatan personal, pertolongan pertama, dan berbagai aspek keselamatan dasar lainnya.

Security Awareness Training

Pelaut juga perlu memahami keamanan di lingkungan kapal.

Pelatihan security awareness membantu meningkatkan kesadaran terhadap potensi ancaman keamanan dan tindakan yang perlu dilakukan sesuai prosedur.

Advanced Fire Fighting

Untuk posisi atau tanggung jawab tertentu, kemampuan menangani kebakaran pada tingkat lebih lanjut dapat dibutuhkan.

Pelatihan ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pengendalian dan penanganan kebakaran di kapal.

Medical First Aid

Ketika kapal berada jauh dari daratan, pertolongan pertama menjadi kemampuan yang sangat penting.

Pelatihan terkait medical first aid membantu kru tertentu memberikan penanganan awal apabila terjadi cedera atau kondisi medis sebelum bantuan lanjutan tersedia.

Persyaratan sertifikat dapat berbeda untuk setiap pekerjaan. Karena itu, selalu periksa ketentuan posisi dan perusahaan sebelum melamar.

Sebelum Melamar Kerja di Kapal, Perhatikan Hal Ini

Keselamatan pelaut juga dimulai sejak proses mencari pekerjaan.

Jangan terburu-buru menerima tawaran hanya karena ingin segera berlayar.

Ada beberapa hal yang perlu diperiksa.

Pastikan Informasi Perusahaannya Jelas

Cari tahu perusahaan yang membuka lowongan dan pastikan informasi rekrutmennya dapat diverifikasi.

Waspadai lowongan yang tidak menjelaskan identitas perusahaan atau meminta proses yang tidak masuk akal.

Baca Job Description dengan Teliti

Jangan hanya melihat nama posisi atau gaji.

Perhatikan juga:

  • jenis kapal;
  • tanggung jawab pekerjaan;
  • persyaratan pengalaman;
  • sertifikat;
  • dokumen;
  • serta ketentuan kontraknya.

Dengan memahami pekerjaan sejak awal, kamu dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Pastikan Dokumen dan Sertifikat Masih Berlaku

Sebelum melamar, periksa kembali dokumen yang dibutuhkan.

Jangan menunggu sampai perusahaan meminta dokumen baru menyadari ada sertifikat yang sudah mendekati masa kedaluwarsa.

Mempersiapkan dokumen lebih awal juga membuat proses lamaran menjadi lebih lancar.

Jadi, Apakah Kerja di Kapal Aman?

Kerja di kapal tetap memiliki risiko. Namun, risiko bukan berarti pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan secara aman.

Pelatihan yang tepat, penggunaan APD, prosedur kerja, komunikasi antar kru, emergency drill, dan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan kerja di kapal.

Yang perlu dihindari justru kebiasaan meremehkan risiko.

Semakin baik pemahaman seorang pelaut mengenai keselamatan, semakin baik pula kesiapan dirinya ketika bekerja di lingkungan kapal.

Bagi kamu yang sudah menyiapkan sertifikat dan ingin mulai mencari peluang kerja, kamu dapat melihat berbagai lowongan kerja pelaut di Profesea.

Pastikan profil, pengalaman, dan sertifikatmu sudah lengkap agar recruiter lebih mudah memahami kompetensi yang kamu miliki.

Admin MMD
Admin MMD
Articles: 861