Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Pernahkah kamu mendengar istilah mitela? Singkatnya, mitela merupakan kain pembalut yang mempunyai peranan penting dalam pertolongan pertama untuk menyelamatkan korban.
Biasanya, kain tersebut sudah disediakan di dalam kotak P3K karena menjadi alat yang harus ada dan tersedia untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan.
Lantas, bagaimana cara menggunakan kain pembalut tersebut dengan benar sesuai prosedur yang ada? Simak pembahasannya di bawah ini, ya!

Mitela disebut juga dengan kain pembalut berbentuk segitiga yang sering digunakan dalam proses pertolongan pertama untuk menyelamatkan korban kecelakaan.
Dalam hal ini, mitela merupakan alat yang digunakan dalam proses menahan atau menyangga bagian tubuh yang cedera agar tidak bergeser maupun berubah dari posisi yang stabil.
Kain tersebut berbentuk segitiga sama kaki yang mana terdiri dari beberapa ukuran dengan panjang kaki berkisar antara 50-100 cm. Biasanya, kain pembalut ini digunakan pada bagian kaki yang berbentuk bulat untuk menggantung bagian anggota tubuh yang cedera.
Namun, kain pembalut ini juga bisa digunakan di beberapa bagian anggota tubuh, seperti kepala, siku, pinggul, telapak kaki, dada, bahu, telapak tangan, dan lengan yang mengalami cedera.
Sebagai alat pertolongan pertama, mitela terbuat dari bahan kain yang ringan, seperti katun atau polyester. Hal ini dikarenakan jauh lebih mudah dilipat serta disesuaikan dengan berbagai bentuk tubuh yang mengalami cedera.
Selain itu, kain yang cocok digunakan untuk membalut bagian tubuh yang cedera adalah kain non alergi, antimikroba, elastis medis, dan kain yang bisa dicuci maupun dirawat dengan mudah.
Baca Juga: Bidai: Definisi, Jenis, Syarat, & Prosedur Pemasangannya!
Sebagai kain pembalut untuk pertolongan pertama, mitela mempunyai beberapa fungsi yang perlu kamu ketahui. Berikut penjelasannya.

Setelah kamu mengetahui pengertian dan fungsi mitela, saatnya memahami bagaimana cara menggunakan kain pembalut ini dengan benar dalam proses pertolongan pertama. Berikut ini contoh penggunaan mitela untuk cedera tangan.
Pertama, persiapkan kain pembalut dan lipat menjadi segitiga sama kaki dengan bentuk yang cukup besar agar bisa digunakan untuk membalut bagian tubuh yang cedera.
Kemudian, bentangkan kain segitiga tersebut di depan knitto preneurs, sehingga salah satu sudutnya menghadap ke knittopreneurs dan dua sudut lainnya menghadap ke samping.
Kedua, letakkan tangan yang mengalami cedera di atas kain pembalut. Pastikan bahwa posisi anggota tubuh tersebut dalam posisi yang stabil, sehingga korban merasa nyaman dan tidak sakit.
Selanjutnya, angkat sudut kain pembalut yang menghadap knitto preneurs di sebelah tangan yang terluka. Pastikan bahwa posisi kain sudah berada di atas lengan serta tidak menghalangi jari-jari.
Kemudian, sudut lain pada kain pembalut bisa diikatkan di bagian leher di atas lengan yang terluka, tepatnya pada bagian atas siku. Pastikan ikatan kainnya tidak terlalu kencang agar tidak mengganggu pernapasan korban.
Berikutnya, silakan ikat dua ujung kain yang tersisa di atas tangan yang terluka. Pastikan bahwa ikatan tersebut cukup erat, tetapi tidak begitu ketat agar tidak menghambat aliran darah.
Dalam hal ini, kamu juga harus memeriksa peredaran darah di tangan agar tidak terganggu. Pastikan bahwa knitto preneurs harus bisa merasakan denyut nadi pada pergelangan tangan korban.
Tahapan terakhir adalah memastikan kondisi korban dengan cara melihat apakah kain pembalut sudah terpasang dengan baik atau belum.
Perlu diketahui, bahwa mitela hanyalah sebagai alat pertolongan pertama saja. Jika kondisi korban cukup parah, maka segera meminta bantuan medis profesional agar korban segera diberikan perawatan yang lebih baik.
Baca Juga: 3 Tipe Kotak P3K yang Harus Kamu Miliki!
Melalui pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan merupakan hal yang perlu dipahami sebagian besar masyarakat, terutama petugas P3K.
Maka dari itu, petugas P3K harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan khusus dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja.
Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengikuti Pelatihan P3K. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan khusus di bidang P3K.
Dengan begitu, ketika terjadi kecelakaan, petugas bisa memberikan pertolongan pertama sesuai prosedur yang ada dan meminimalisir adanya korban jiwa. Dalam hal ini, kamu bisa mengikuti pelatihan P3K di PT Mandiri Maha Daya!
Demikianlah pembahasan mengenai pengertian, fungsi, serta cara menggunakan mitela dengan baik dan benar sesuai prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pada dasarnya, mitela adalah kain pembalut yang menjadi alat untuk membantu memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Kain ini berbentuk segitiga dan digunakan dengan cara membalut atau mengikat pada anggota tubuh yang cedera.
Tujuannya adalah untuk meminimalisir terjadinya cedera yang lebih parah pada korban, sehingga diberikan pertolongan pertama menggunakan kain pembalut segitiga.
Maka dari itu, mempunyai pemahaman mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan merupakan aspek penting yang harus diketahui oleh petugas P3K.
Oleh karena itu, kamu wajib mengikuti pelatihan P3K agar mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja.
Tunggu apalagi? Yuk, segera daftarkan diri kamu untuk mengikuti pelatihan P3K di PT Mandiri Maha Daya sekarang juga!