Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

8 Penerapan K3 Pada Mesin Boiler Untuk Mencegah Kecelakaan – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah aspek yang sangat penting dalam setiap industri, termasuk dalam pengoperasian mesin boiler. Mesin boiler memiliki potensi bahaya yang tinggi, seperti kebakaran, ledakan, dan pencemaran lingkungan jika tidak dioperasikan dengan benar. Oleh karena itu, penerapan praktik K3 yang baik sangat diperlukan untuk mencegah kecelakaan dan menjaga kesehatan para pekerja. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai penerapan K3 yang dapat dilakukan pada mesin boiler untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Mesin Boiler adalah sebuah alat yang dapat mengkonversi air menjadi uap lewas proses pemanasan. Air yang akan diubah menjadi uap di dapat dari proses pemanasan, dimana dalam proses pemanasan ini membutuhkan bahan bakar sebagai energi untuk memproses air hingga menjadi uap. Selanjutnya uap yang dihasilkan dari proses ini akan digunakan untuk proses pemanasan atau menjadi tenaga gerak.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa boiler ini akan digunakan untuk proses pemanasan dan juga menjadi tenaga gerak, di bawah ini adalah beberapa penerapan dari fungsi boiler :
Alat ini biasa digunakan untuk menghangatkan atau memanaskan air. Pemanas ini banyak digunakan pada perumahan untuk menghangatkan air saat hendak dipakai mandi, industri untuk menghasilkan produk, dan juga untuk tempat pariwisata sebagai salah satu wahana.
Berfungsi sebagai penyimpanan air panas. Selain menyimpan air panas, drum ini juga dapat menghasilkan uap.
Jenis alat ini biasa digunakan sebagai pengering ataupun pemanas pada suatu proses, banyak digunakan pada sektor industry pabrik dan ada juga yang menggunakannya pada sektor rumah tangga.
Alat ini digunakan sebagai pembangkit daya. Semisal pada PLTU, PLTB, PLTG, dan pembangkit tenaga listrik lainnya.
[maxbutton id=”9″]
Sebelum mengetahui cara kerja mesin boiler, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang komponen apa saja yang terdapat pada mesin boiler. Berikut adalah komponen utama yang terdapat pada mesin boiler :
Drum ketel biasa juga disebut sebagai steam drum, ini adalah salah satu komponen pada boiler yang berfungsi sebagai tempat yang digunakan sebagai campuran air dan uap air. Selain itu drum ketel juga berfungsi untuk memisahkan uap dengan air pada proses pembentukannya uap superheater.
Furnace atau yang biasa disebut sebagai tungku pengapian adalah sebuah bagian dimana pada air dibakar oleh bahan bakar yang merupakan sumber panas. Proses penyerapan panas dengan media air terjadi melalui tabung yang dialiri air, kemudian tabung tersebut ditempelkan pada dinding tungku.
Merupakan tempat untuk pengeringan uap panas yang dihasilkan. Dikarenakan uap yang berasal dari drum ketel masih dalam keadaan basah, sehingga uap tersebut perlu melalui proses pemanasan lanjutan menggunakan superheater agar uap tersebut menjadi kering dan dapat digunakan untuk keperluan lain.
Berfungsi sebagai penyerap panas dari gas hasil pembakaran setelah melewati proses superheater. Proses ini memanfaatkan gas sisa pembakaran agar dapat meningkatkan efisiensi dari boiler sehingga proses pembentukan uap dapat menjadi lebih cepat.
Evaporator berfungsi untuk menaikkan temperatur air hingga mencapai titik didih. Pada evaporator ini terjadi peristiwa perubahan fase dari air yang merupakan benda cair menjadi ke uap
Sight glass atau gelas penduga ini dipasang pada drum di bagian atas. Sight glass digunakan untuk mengetahui air yang berada di dalam drum agar kita lebih mudah dalam mengontrol ketinggian air dari dalam ketel selama boiler sedang beroperasi.
Komponen ini digunakan untuk membuang uap yang sudah tercipta jika tekanan pada uap telah melebihi batas maksimal atau batas yang sudah ditetapkan. Katup pengaman ini bisa diatur sesuai dengan aspek yang ditentukan.
Berfungsi untuk membuang air yang ada di dalam ketel jika ingin melakukan pengurasan, selain itu katup ini juga dapat digunakan untuk pengisian air.
Manometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur tekanan uap yang ada pada ruang ketel. Biasanya manometer ini terdapat pada dinding ketel uap, dan alat ini digunakan juga untuk menghindari kesalahan pengukuran karena temperatur suhu yang tinggi akan langsung dihubungkan dengan manometer.
Thermometer digunakan dalam boiler untuk mengukur suhu uap yang ada di dalam ketel.
Setelah mengetahui komponen utama pada boiler, kita dapat lebih mudah memahami prinsip kerja boiler. Pada dasarnya prinsip kerja pada boiler cukup sederhana dan sama seperti saat kita hendak memanaskan air melalui panci ataupun alat steam masakan. Di tahap awalnya air akan dipanaskan hingga mendidih dan suhunya naik sampai dengan sekitar 100° C.
Setelah air mendidih maka akan tercipta uap. Sesudah mendidih, suhu tidak akan meningkat oleh pemanasan lanjutan dan semua panas hanya akan digunakan untuk membentuk uap.
Suhu tertentu yang sebanding dengan tekanan disebut dengan suhu jenuh (saturation temperature) dan tekanannya disebut dengan tekanan jenuh (saturation pressure). Terdapat hubungan antara suhu jenuh dan tekanan jenuh, sehingga jika tekanan diketahui maka suhu jenuh yang sebanding pun akan diketahui.
Uap yang dibangkitkan pada tekanan jenuh dan suhu jenuh disebut dengan uap jenuh (saturated steam). Uap jenuh biasanya mengandung sejumlah air sehingga uap ini dapat disebut juga dengan uap jenuh basah, dan uap yang sudah tidak mengandung air sama sekali disebut dengan uap jenuh kering.
Dan jika uap jenuh kering dipanaskan lagi pada tekanan jenuh, maka suhunya akan naik lagi melebihi suhu jenuh disertai dengan penambahan volume, selanjutnya uap ini akan disebut dengan uap pemanasan lanjut (superheated steam).
Panas yang ditambahkan untuk menaikkan suhu sampai dengan titik didih disebut dengan panas nyata dan panas yang ditambahkan sesudah titik didih tercapai dan dipakai untuk membangkitkan uap disebut dengan panas laten.
Menyadari betapa bahayanya mesin ini karena terdapat menggunakan dan menghasilkan energi panas yang luar biasa, maka dari itu perlu adanya penerapan K3. Berikut adalah 8 penerapan K3 yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mesin boiler :
Penerapan K3 pada mesin boiler sangat penting untuk mencegah kecelakaan dan menjaga kesehatan operator. Dengan menggunakan alat safety, memberikan pelatihan K3 secara tepat, melakukan pengujian rutin, dan memiliki perencanaan darurat, kita dapat meningkatkan keselamatan kerja di tempat kerja.
Untuk kamu yang belum memiliki ilmu dan sertifikat K3 dalam bekerja, bisa memilikinya dengan mendaftar pelatihan K3 di Mandiri Maha Daya. Di sini kamu akan mendapatkan materi dan praktek secara lengkap serta kamu juga akan mendapatkan sertifikat resmi dari KEMNAKER RI. Buruan daftar sekarang dengan klik tombol di bawah ini karena sedang ada promo early bird potongan hingga 1 JUTA lohh!!
[maxbutton id=”3″] [maxbutton id=”2″]