banner tentang event tree analysis

Ketahui Perbedaan Event Tree Analysis Dan Fault Tree Analysis!

Event Tree Analysis yang biasa disingkat ETA adalah sebuah metodologi penting dalam manajemen risiko, dan pemahaman terhadap berbagai situasi yang melibatkan kejadian atau peristiwa yang kompleks. Metode ini memungkinkan kita untuk memecah kejadian besar menjadi serangkaian peristiwa dan konsekuensi yang lebih kecil, membantu kita untuk mengidentifikasi penyebab, respons, serta dampak dari setiap tahapan. Dalam artikel kali ini saya akan membahas secara lengkap mengenai ETA atau Event Tre Analysis dan Fault Tree Analysis. Namun, sebelumnya kamu harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari manajemen resiko. Yuk, simak sampai habis!

Pengertian Manajemen Resiko

Manajemen resiko adalah sebuah cara, Teknik, atau metode yang digunakan mempersiapkan, mengelola, dan mengantisipasi kemungkinan yang mungkin terjadi dan tidak diinginkan. Ada banyak Teknik dan metode analisis dalam manajemen resiko, salah satunya adalah ETA dan Fault tree Analysis.

ETA (Event Tree Analysis)

Event Tree Analysis adalah sebuah Teknik analisis resiko yang menggunakan penggambaran urutan suatu peristiwa / kejadian dari awal hingga akhir sesuai dengan sebuah alur konsep system yang sudah dirancang untuk menangani peristiwa / kejadian tersebut. Tujuan dari penggunaan Teknik ini adalah untuk mengetahui peristiwa / kejadian yang terjadi apakah dapat dikendalikan oleh system atau tidak dan apakah prosedur keselamatan yang sudah diatur dapat bekerj dengan baik atau tidak.

Dengan penggunaan Event Tree Analysis ini kita dapat mengetahui resiko ancaman dan peluang kedepannya, lalu setelahnya kita dapat menentukan apakah peluang itu dapat dicapai serta bagaimana kita menghadapi kemungkinan ancaman yang muncul. ETA merupakan sebuah langkah protektif dan preventif, karena metode analisis ini dilakukan pada tahap awal. Untuk dapat Menyusun ETA kita pun perlu dapat berfikir secara sistematis dan matematis agar hasil analisis kita dapat menjadi akurat.

Berikut ini adalah alur langkah dari penerapan Event Tree Analysis :

  1. Tentukan initial event (awalan peristiwa) yang mungkin terjadi
  2. Buatlah scenario dari peristiwa tersebut
  3. Persiapkan langkah penanganan dari peristiwa yang terjadi
  4. Pikirkan dampak apa yang akan muncul jika peristiwa tersebut terjadi
  5. Lakukan evaluasi dan perhatikan setiap aspek yang muncul

Contoh implementasi Event Tree Analysis :

Kelebihan :

  • Metode ETA dapat digunakan pada system yang cukup rumit
  • Dengan menggunakan metode ETA proses pengambilan keputusan dan penanganan dari suaru peristiwa dapat dilakukan dengan lebih tepat
  • Metode ETA dapat digunakan untuk menemukan beberapa alternative solusi dari sebuah peristiwa awal
  • Pembuatan metode ETA cenderung sederhana dan dapat dibuat tanpa bantuan software

Kekurangan :

  • Metode ETA tidak dapat mengenali semua resiko dari peristiwa awal yang terjadi
  • Dengan menggunakan metode ETA maka hanya akan ada dua kondisi keadaan dalam system yang ditangani yaitu berhasil dan gagal
  • Penggunaan metode ETA ini mengakibatkan beberapa penggunanya menjadi tergiring opini dan terlalu cepat untuk menyimpulkan sesuatu, sehingga menyebabkan adanya persepsi optimis ataupun pesimis.

FTA (Fault Tree Analysis)

Fault Tree Analysis atau yang biasa disebut juga dengan Analisis Pohon Kesalahan adalah sebuah teknik analisis resiko yang digunakan untuk mengenali dan menganalisis factor yang berperan pada peristiwa yang terjadi. FTA dapat mengenali kecacatan dan kesalahan yang ada pada system, kesalahan ini biasanya akan ditampilkan dalam bentuk grafik atau diagram visual.

Dengan menggunakan FTA kita dapat menemukan cara yang paling efektif dalam mengurangi dampak dari resiko yang muncul berserta factor yang menyebabkan kemunculannya. Faktor-faktor yang menyabkan munculnya resiko akan dikenali secara umum, lalu selanjutnya akan disusun secara logis serta digambarkan dalam bentuk diagram pohon yang dapat menggambarkan hubungan yang logis antara factor sebab dan akibat dari terjadinya suatu peristiwa.  

Berikut ini adalah alur langkah penerapan dari Fault Tree Analysis :

  1. Pahami target sasaran atau peristiwa
  2. Definisikan dan deskripsikan resiko yang tidak diinginkan
  3. Setelah memahami dan mendapatkan informasi, buat kesimpulan penyebab dari terjadinya resiko pada peristiwa yang terjadi
  4. Buat gambar / diagram Fault Tree menggunakan notasi events dan logic gates
  5. Lakukan analisis dari Fault Tree yang sudah dibuat

Notasi Events (Peristiwa) :

  1. Lingkaran (basic event)
  2. Persegi (intermediate event)
  3. Segi 4 / Wajik (undeveloped event)
  4. Segitiga (transfer symbol)

Notasi Logic Gates (Gerbang Logika) :

  1. AND Gate
  2. OR Gate
  3. Voting OR Gate

Contoh implementasi Fault Tree Analysis

Kelebihan :

  1. Perhatian lebih terpusat pada akibat yang berkaitan langsung dengan peristiwa yang terjadi
  2. Banyak terdapat antarmuka dan interaksi dalam analisis system
  3. Pada system yang sangat kompleks, proses identifikasi kegagalan cenderung lebih sederhana

Kekurangan :

  1. Teknik ini hanya mengenali kondisi yang berhasil atau gagal saja
  2. Pada penerapannya Teknik ini tidak memungkinkan untuk adanya serangkaian peristiwa pada setiap penyebab dari resiko utama yang sudah ditentukan
  3. Tidak terjamin sudah disertakan seluruhnya atau belum resiko yang ada pada sebuah peristiwa
  4. Tidak membahas terkait ketergantungan pada waktu atau bersifat statis.

Perbedaan Event Tree Analysis dan Fault Tree Analysis

Setelah dijelaskan mengenai ETA dan FTA maka kita dapat mengetahui perbedaan diantara keduanya, beberapa perbedaan diantara kedua Teknik tersebut antara lain terletak pada hasil ouputnya dan juga cara pembuatan. Dimana pada ETA focus utama yang menjadi bahan analisis adalah dampak yang kemungkinan muncul akibat terjadinya suatu peristiwa atau kejadian, kita perlu mencari dan memperkirakan dampak apa yang akan muncul Ketika terjadi suatu peristiwa lalu.

Sedangkan pada FTA focus utama yang dijadikan analisis adalah periswa atau kejadian-kejadian yang menyebabkan terjadinya dampak atau akibat, setelah peristiwa tersebut terjadi maka dampak apa saja yang dapat ditimbulkan. Proses pembuatan ETA pun cenderung lebih sederhana dan tidak memerlukan software seperti FTA, karena pada pembuatan ETA tidak diperlukan notasi-notasi seperti pada pembuatan FTA. 

Kalau kamu ingin menguasai teknik ETA dan FTA, bisa dengan mengikuti pelatihan AK3U di Mandiri Maha Daya. Di sini kamu bisa mengikutinya secara online dan offline serta kamu juga akan mendapatkan materi yang lengkap dan sertifikat resmi KEMNAKER RI. Yuk! Daftar sekarang dengan klik button di bawah ini!!

 

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko
https://irmapa.org/belajar-teknik-asesmen-risiko-analisis-pohon-kejadian-event-tree-analysis-eta/
https://lspmks.co.id/wp-content/uploads/2021/08/Event-Tree-Analysis.pdf
https://irmapa.org/belajar-teknik-asesmen-risiko-analisis-pohon-kesalahan-fault-tree-analysis-fta/
https://lab_adrk.ub.ac.id/id/mengenal-metode-fta-fault-tree-analysis-dalam-menganalisis-kecacatan-suatu-produk/

Admin MMD
Admin MMD
Articles: 862