Wewenang dan tugas HSE

Tugas & Wewenang HSE: Penentu Utama Keselamatan Kerja!

Profesi Health, Safety, and Environment (HSE) kini makin banyak diminati oleh masyarakat, termasuk fresh graduate. Pasalnya, peluang karir menjadi HSE sangatlah besar, apalagi kebutuhan perusahaan juga makin tinggi untuk membantu dalam memastikan keselamatan kerja di setiap proyek.

Tak heran, bila banyak yang tertarik menjadi HSE, karena selain peluang yang tinggi, gajinya juga cukup besar. Namun, bila Anda ingin menjalani profesi ini, wajib memahami wewenang dan tugas HSE di perusahaan. Sebab, Anda akan bertanggung jawab sebagai penentu utama dalam keselamatan kerja.

Lalu, apa saja wewenang dan tugas HSE yang perlu Anda ketahui? Berikut informasi selengkapnya, yuk, simak sampai akhir, ya!

Apa Saja Wewenang dan Tugas HSE di Perusahaan?

Sebelum memutuskan menjadi HSE, Anda perlu memahami wewenang dan tugasnya di perusahaan, di antaranya meliputi:

1. Identifikasi Bahaya & Risiko di Area Kerja

HSE bertanggung jawab melakukan identifikasi bahaya secara menyeluruh di setiap area kerja, mulai dari proses produksi, penggunaan alat berat, perpindahan material, hingga aktivitas administratif yang dianggap sepele namun tetap berpotensi menimbulkan risiko.

Hasil identifikasi tersebut kemudian dirumuskan dalam bentuk hazard list dan risk assessment yang menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan kecelakaan kerja.

2. Memastikan Setiap Pekerja Mematuhi Prosedur K3

HSE akan melakukan patroli keselamatan, inspeksi rutin, dan pengawasan langsung pada area yang dianggap memiliki tingkat risiko tinggi. Jika ditemukan pekerja melanggar aturan, misalnya tidak memakai APD, mengoperasikan mesin tanpa izin, atau sengaja mengabaikan SOP, maka HSE berhak memberikan teguran hingga rekomendasi sanksi sesuai tingkat pelanggaran. Tujuannya bukan menghukum, tetapi mencegah perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

3. Menyusun Kebijakan & Program K3

HSE akan merancang program kerja seperti safety induction, emergency response plan, hingga penggunaan alat pelindung diri standar. Penyusunan kebijakan ini harus berdasarkan hasil monitoring risiko, evaluasi kecelakaan sebelumnya, hingga regulasi pemerintah keselamatan. Dengan kebijakan yang tepat, perusahaan dapat memastikan seluruh proses kerja berjalan aman dan sesuai aturan.

4. Memberikan Rekomendasi Keselamatan kepada Manajemen Perusahaan

Rekomendasi ini bisa berupa perbaikan fasilitas, penggantian alat yang sudah tidak layak, hingga penambahan prosedur baru untuk mencegah kecelakaan serupa seperti sebelumnya serta meningkatkan keselamatan. 

5. Melangsungkan Pelatihan K3 kepada Pekerja

Wewenang dan tugas HSE lainnya adalah memberikan edukasi keselamatan melalui pelatihan K3 untuk pekerja untuk mencegah kecelakaan di peerusahaan. Materi pelatihan bisa mencakup cara penggunaan APD, prosedur kerja aman, penanganan bahan kimia berbahaya, teknik pemadaman api, hingga prosedur evakuasi darurat. 

Apa Perbedaan Tugas HSE dengan Safety Officer?

Setelah Anda mengetahui tugas dan wewenang HSE, pahami juga bahwa ada profesi lain yang juga memiliki tanggung jawab dalam membantu memastikan keselamatan kerja, yakni seorang Safety Officer. Lalu, sebenarnya apa perbedaan tugas HSE dengan Safety Officer?

HSE bertugas lebih berfokus untuk mengelola dan pengendalian risiko, memastikan kepatuhan terhadap regulasi K3, identifikasi bahaya, pelatihan pekerja, hingga pengawasan operasional keselamatan.

Sementara itu, Safety Officer yang memiliki jabatan lebih spesifik bertugas langsung dalam memastikan keselamatan di tempat kerja. Meski begitu, sebenarnya kedua profesi ini tidak bertentangan satu sama lain, melainkan harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan di area kerja.

Apakah HSE Bertanggung Jawab terhadap Investigasi Kecelakaan Kerja?

Pada pembahasan di atas, belum dijelaskan apakah HSE memiliki tanggung jawab terhadap investigasi kecelakaan kerja? Jawabannya iya, HSE bertanggung jawab dalam insiden kecelakaan yang terjadi di area kerja.

HSE bertugas untuk mengumpulkan data, mengamati lokasi kejadian, menganalisis penyebab kecelakaan kerja, hingga memberikan rekomendasi kebijakan K3 kepada manajemen.

Hasil investigasi tersebutlah nanti yang Anda tuliskan pada laporan resmi yang akan dijadikan acuan dasar manajemen untuk melakukan perbaikan maupun peningkatan sistem keselamatan kerja.

Bagaimana Peran HSE dalam Audit K3 di Perusahaan?

Selain beberapa wewenang dan tugas HSE di atas, profesi ini juga berperan dalam audit K3 di perusahaan. Dalam audit K3, sebagai HSE Anda berperan sebagai pihak yang memastikan seluruh aktivitas perusahaan telah sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku, baik internal maupun eksternal. 

HSE mempersiapkan dokumen, memastikan implementasi kebijakan berjalan konsisten, serta mendampingi auditor saat memeriksa area kerja. Selain itu, HSE juga bertugas menindaklanjuti temuan audit dengan membuat rencana perbaikan yang terukur dan memastikan tindakan korektif diterapkan tepat waktu. 

Audit K3 menjadi aspek penting untuk melihat efektivitas program keselamatan yang sudah berjalan dan menentukan area yang masih perlu ditingkatkan.

Apakah HSE Ikut Terlibat dalam Penyusunan SOP Keselamatan Kerja?

Seperti yang sudah Anda baca sebelumnya tentang wewenang dan tugas HSE, bahwa mereka akan menyusun program atau SOP keselamatan kerja. Peran ini penting dilakukan oleh HSE untuk memastikan SOP agar disusun dengan bahasa jelas, mudah dipahami, dan sesuai standar keselamatan yang berlaku.

Proses penyusunannya melibatkan analisis risiko, konsultasi dengan tim operasional, serta peninjauan regulasi pemerintah. Dengan keterlibatan HSE, SOP yang dihasilkan akan lebih akurat, realistis, dan benar-benar efektif ketika diterapkan di lapangan.

Penutup

Sekarang, Anda sudah tahu apa saja wewenang dan tugas HSE, kan? Apakah Anda masih tertarik untuk menjadi HSE? Jika iya, maka Anda perlu mengikuti pelatihan Ahli K3 Umum di PT Mandiri Maha Daya. Pelatihan ini bukan hanya membantu Anda untuk paham secara teori tentang tugas dan wewenang HSE saja, melainkan juga pemahaman tentang prosedur kerja yang aman.

Bersama mentor profesional, Anda juga akan diajak untuk praktik kerja langsung, termasuk simulasi penanganan kecelakaan kerja dan evaluasi pasca pelatihan. Setelah Anda lulus, Anda akan menerima Sertifikat Ahli K3 Umum Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai bukti kelayakan profesional. Dengan begitu, Anda bisa bekerja di berbagai perusahaan sebagai HSE atau Ahli K3 Umum.

Nah, bila Anda tertarik, langsung saja hubungi kami untuk mulai pelatihannya!

[maxbutton id=”1″ url=”https://pelatihank3kemenaker.com/formulir-pendaftaran-training/” text=”DAFTAR SEKARANG” ]

Atsna Himmatul Aliyah
Atsna Himmatul Aliyah

I have an interest in the SEO, Content Writer, and Copy Writer

Articles: 128