Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00
Alamat
sebrang KONI, Jl. Gelatik Raya No.107, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432
Jam Kerja
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 12.00

Bekerja di ketinggian dan ruang terbatas, tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Melainkan pekerja yang kompeten di bidangnya, terutama yang bisa menerapkan metode kerja rope access.
Pasalnya, metode rope access dirancang khusus untuk mengakses lokasi kerja yang sulit dijangkau dengan sistem tali dan perangkat keamanan khusus. Jadi, pekerjaannya menjadi lebih aman dan efisien.
Lalu, apa perbedaan rope access dengan metode lain, terutama metode konvensional? Cari tahu jawabannya pada artikel berikut ini!

Rope access adalah metode kerja yang menggunakan tali sebagai perangkat utama untuk mengakses area kerja yang sulit dijangkau, baik itu di ketinggian maupun ruang terbatas.
Metode rope access menggunakan dua tali, yakni tali kerja dan tali pengaman yang terhubung dengan penambat terpisah. Talinya berupa tali karmantel sesuai standar EN 1891, sehingga sudah pasti terjamin keamanannya.
Sejarah awal rope access ini tidak untuk bekerja, melainkan untuk keperluan pendakian dan eksplorasi gua yang berkembang pada awal abad ke-20. Penggunaan alat ini memungkinkan para pendaki untuk mencapai area yang sulit dijangkau.
Setelah itu, pada 1980-an, alat tersebut mulai diadaptasi menjadi metode kerja untuk keperluan berbagai industri, terutama di Eropa. Hingga saat ini, rope access resmi dijadikan sebagai metode kerja aman dan efektif di ketinggian dan ruang terbatas.
Berbicara efisiensi metode kerja di ketinggian, rope access menjadi pilihan terbaik. Pasalnya, perangkat ini memungkinkan pekerja untuk mengakses area kerja yang sulit dijangkau di ketinggian.
Mulai dari perawatan, pemeliharaan, hingga pengecatan gedung bertingkat menjadi lebih efisien ketika menggunakan rope access. Sebab, metode ini memudahkan pekerja untuk bergerak secara vertikal dan horizontal dengan aman karena sudah dilengkapi dengan tali kerja dan tali pengaman.

Jika dibandingkan dengan metode konvensional, seperti scaffolding dan crane, rope access memiliki beberapa keunggulan yang menjadikan sistem ini sebagai pilihan terbaik untuk pekerjaan ketinggian.
Berikut ini beberapa keunggulan rope access dibandingkan metode konvensional:
Metode konvensional dengan menggunakan scaffolding dan crane, membutuhkan biaya yang cukup besar dan pemasangan yang lama. Jadi, seringkali memakan waktu dan anggaran perusahaan hanya untuk satu alat saja.
Untuk itu, rope access menjadi solusi terbaik untuk menghemat biaya dan waktu. Sebab, proses pemasangan rope access lebih cepat dan harganya juga terjangkau.
Keunggulan utama dari rope access adalah fleksibilitasnya dalam penggunaan di berbagai lokasi yang sulit dijangkau, baik di ketinggian, ruang terbatas, hingga area kerja yang tidak mungkin menggunakan alat berat.
Hal inilah yang menjadikan rope access menjadi pilihan tepat untuk melakukan inspeksi, perawatan, hingga perbaikan di berbagai industri, seperti minyak dan gas, konstruksi, dan bangunan.
Perlu Anda ketahui, bahwa pekerja yang menggunakan rope access di Indonesia sudah mendapatkan sertifikasi dari IRATA, sehingga keterampilan dan kemampuannya tidak diragukan lagi.
Jadi, pengoperasian alat rope access oleh pekerja bersertifikasi IRATA sudah pasti aman dan sesuai regulasi yang berlaku.
Setelah mengetahui perbedaan atau keunggulan rope access dibandingkan metode lain, mungkin Anda semakin penasaran tentang penggunaan alatnya. Jadi, sebaiknya kapan memilih rope access daripada scaffolding atau gondola?
Jawabannya adalah sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Apabila proyek yang dijalankan di ruang terbatas yang sulit dijangkau, maka memilih rope access menjadi solusi terbaik yang harus dilakukan.
Tapi, kalau Anda sedang menjalankan proyek besar dan butuh alat dengan kestabilan tinggi, maka gondola menjadi pilihan yang tepat. Sebab, gondola menawarkan keamanan yang baik untuk proyek besar.
Kemudian, jika ingin peralatan yang cepat proses pemasangannya dengan mobilitas tinggi, berarti Anda bisa pilih rope access. Harganya juga lebih ekonomis dan terjangkau rope access dibandingkan gondola maupun scaffolding.
Nah, itulah tadi pembahasan mengenai pengertian, keunggulan, hingga perbedaan rope access dengan metode lain yang perlu Anda ketahui. Memahami informasi ini saja tidak cukup bagi Anda yang tertarik menjadi rope access technician.
Jadi, untuk menjadi rope access technician wajib mengikuti pelatihan tenaga kerja pada ketinggian (TKPK) di PT Mandiri Maha Daya agar mendapatkan sertifikat level 1,2, dan 3 rope access sesuai standar IRATA.
Melalui pelatihan tersebut, Anda akan dibimbing oleh mentor profesional dan mendapatkan materi lengkap terkait rope access. Mulai dari pemasangan, penggunaan, hingga perawatan rope access bakal dijelaskan secara detail di PT Mandiri Maha Daya.
Tunggu apalagi? Segera hubungi kami dan ikuti pelatihan TKPK agar menjadi rope access technician profesional!